Khasiat Ekstrak Buah Mengkudu dan Rimpang Jahe Merah Sebagai Obat Penunjang dalam Penanganan Tuberkulosis Maret 10, 2009
Posted by jakapantura in Uncategorized.add a comment
sumber :Sekolah Farmasi ITB http://bahan-alam.fa.itb.ac.id
Judul Penelitian
Khasiat Ekstrak Buah Mengkudu dan Rimpang Jahe Merah Sebagai Obat Penunjang dalam Penanganan Tuberkulosis
Peneliti
Evi Sovia
Elin Yulinah S
Tintin Gartinah
Abstrak
Telah diuji kemampuan ekstrak rimpang jahe merah dan ekstrak buah mengkudu secara klinis pada penderita TB paru kasus baru TBA (Basil Tahan Asam) positif. Konversi sputum BTA pada penderita TB paru yang mendapat OAT (Obat Anti TB) kategori I dengan adjuvan ekstrak buah mengkudu 500 mg lebih cepat terjadi dibandingkan yang mendapat adjuvan ekstrak jahe merah 500 mg, maupun kelompok plasebo yang bermakna secara statistik. Konversi sputum pada semua kelompok subjek mulai terjadi pada minggu kedua dan bermakna secara statistik. Pemberian ekstrak buah mengkudu dapat meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan, sedangkan pemberian ekstrak rimpang jahe merah dapat menurunkan laju endap darah secara signifikan. Ekstrak buah mengkudu dan jahe merah tidak mempengaruhi fungsi hati dan ginjal, dan keluhan yang terjadi lebih sedikit dibandingkan kelompok plasebo.
Keterangan
Tesis
Tahun
2006
Tempat Penelitian
Sekolah Farmasi ITB
Uji Farmakologi
Penelitian dilakukan secara double blind, randomized, placebo controlled. Kriteria inklusi yaitu penderita TB paru kategori I kasus BTA positif, laki-laki atau perempuan 18-55 tahun, tidak menderita penyakit lain, dan bersedia ikut dalam penelitian. Semua penderita mendapatkan terapi dua bulan intensif dengan pemberian rifampisin 450 mg, INH 300 mg, etambutol 750 mg, dan pirazinamid 1500 mg ditambah vitamin B6 setiap hari. Dilanjutkan fasa lanjutan selama 4 bulan dengan pemberian rifampisin 450 mg dan INH 600 mg tiga kali dalam seminggu. Penderita yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi 3 kolompok. Kelompok 1 diberikan ekstrak rimpang jahe merah dosis 500 mg sehari setiap hari selama 2 bulan, dilanjutkan 3 kali dalam seminggu dengan dosis sama selama 4 bulan. Kelompok 2 diberi ekstrak buah mengkudu dosis 500 mg sehari setiap hari selama 2 bulan, dilanjutkan 3 kali dalam seminggu dengan dosis sama selama 4 bulan. Kelompok 3/kontrol diberi plasebo berisi amilum satu kali sehari selama 2 bulan, dilanjutkan 3 kali dalam seminggu selama 4 bulan. Setelah itu dilakukan pemeriksaan klinis meliputi anamnesis dan pemeriksaan fisik; pemeriksaan laboraturium meliputi darah rutin (Hb, jumlah leukosit, laju endap darah), faal hati (SGOT, SGPT), faal ginjal (kreatinin), dan glukosa darah; pemeriksaan sputum BTA tiga kali untuk diagnostik, foto toraks Postero Anterior, kultur BTA. Konversi sputum BTA pada penderita TB paru yang mendapat OAT (Obat Anti TB) kategori I dengan adjuvan ekstrak buah mengkudu 500 mg lebih cepat terjadi dibandingkan yang mendapat adjuvan ekstrak jahe merah 500 mg, maupun kelompok plasebo yang bemakna secara statistik. Konversi sputum pada semua kelompok subjek mulai terjadi pada minggu kedua dan bermakna secara statistik. Keluhan yang terjadi pada pemberian ekstrak buah mengkudu dan jahe merah lebih sedikit dibandingkan kelompok plasebo.
Uji Toksisitas
Uji keamanan dilakukan dengan pemeriksaan laboraturium meliputi darah rutin (Hb, jumlah leukosit, laju endap darah), faal hati (SGOT, SGPT), faal ginjal (kreatinin), dan glukosa darah setelah pemberian ekstrak uji. Pemberian ekstrak buah mengkudu dapat meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan, sedangkan pemberian ekstrak rimpang jahe merah dapat menurunkan laju endap darah secara signifikan. Ekstrak buah mengkudu dan jahe merah tidak mempengaruhi fungsi hati dan ginjal.
Laju Endap Darah Januari 28, 2009
Posted by jakapantura in Uncategorized.4 comments
selasa kemarin dapet hasil Medical Check Up (MCU) dari askes yang kerjasama dengan kantor saya yang dilaksanakan tanggal 21 desember 2008. lumayan gratis trus check up nya lumayan lengkap. pas diliat Alhamdulillah normal semua. untuk gula darah puasa 120 mg/dl..gapapa wes lha wong makan saya mulai rusuh lagi. Mediabetea mulai hari ini saya kurangi jadi seminggu 2 kali aja. soalnya sudah 4 bulan semenjak lepas obat dokter dan gula darah rata2 normal. untuk ginjal juga normal..kolesterol yang agak tinggi 200an..maklum gorengan hampir tiap hari..ikan, cumi, udang juga sering..he..he..harus dikurangi nih makan2an gitu…
semenjak gula darah normal saya mulai bandel lagi dalam makan..emang susah kalo lagi sakit disiplinnya minta ampun..begitu mulai normal mulai dehh…namun ada satu yang belumsaya tahu yaitu Laju Endap Darah. di pemeriksaan nilainya diatas normal yaitu 20..dengan batas normal dibawah 15. saya tanya temen yang dokter katanya mungkin ada infeksi kronis. wahh..kok gitu??
daripada penasaran akhirnya tanya sama mbah gogle..trus didapet ini
Mungkin pada suatu hari anda pernah sekedar mengalami demam menderita penyakit typhus atau demam berdarah yang mengharuskan anda memeriksakan darah ke laboratorium, lalu pada hasilnya anda mendapati kriteria Laju Endap Darah (LED) di situ. Apakah yang dimaksud Laju Endap Darah (LED) itu? Mari kita cermati pembahasan berikut.
Laju endap darah
Laju Endap Darah (LED) atau dalam bahasa inggrisnya Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) merupakan salah satu pemeriksaan rutin untuk darah. Proses pemeriksaan sedimentasi (pengendapan) darah ini diukur dengan memasukkan darah kita ke dalam tabung khusus selama satu jam. Makin banyak sel darah merah yang mengendap maka makin tinggi Laju Endap Darah (LED)-nya.
Tinggi ringannya nilai pada Laju Endap Darah (LED) memang sangat dipengaruhi oleh keadaan tubuh kita, terutama saat terjadi radang. Namun ternyata orang yang anemia, dalam kehamilan dan para lansia pun memiliki nilai Laju Endap Darah yang tinggi. Jadi orang normal pun bisa memiliki Laju Endap Darah tinggi, dan sebaliknya bila Laju Endap Darah normalpun belum tentu tidak ada masalah. Jadi pemeriksaan Laju Endap Darah masih termasuk pemeriksaan penunjang, yang mendukung pemeriksaan fisik dan anamnesis dari sang dokter.
Namun biasanya dokter langsung akan melakukan pemeriksaan tambahan lain, bila nilai Laju Endap Darah di atas normal. Sehinggai mereka tahu apa yang mengakibatkan nilai Laju Endap Darahnya tinggi. Selain untuk pemeriksaan rutin, Laju Endap Darah pun bisa dipergunakan untuk mengecek perkembangan dari suatu penyakit yang dirawat. Bila Laju Endap Darah makin menurun berarti perawatan berlangsung cukup baik, dalam arti lain pengobatan yang diberikan bekerja dengan baik.
Pada kasus dengan keluhan gampang lelah dan pandangan berkunang-berkunang, kemungkinan besar diagnosisnya anemia. Biasanya didukung dengan nilai Hemoglobin (Hb) yang rendah. Untuk penanganannya, anemia harus diidentifikasikan dahulu apakah Hb yang turun akibat dari Zat Besi (Fe) yang turun, atau komponen Hb yang lain yang turun? (Misalnya globin-nya/protennya).
Bila memang Fe-nya yang turun tentunya harus cukup mengkonsumsi tablet besi (Sulfusferrosus). Sekarang bentuknya tablet berbagai ragam. Ada yang disatukan dengan Effervescent, atau dengan Vitamin B, dan sebagainya. Sedangkan bila kadar proteinnya yang turun, tentunya harus konsumsi makanan atau minuman tinggi protein. Ini pun bentuknya sudah beragam, ada yang berbentuk susu, berbentuk minuman bertenaga dan yang paling banyak mungkin berbentuk makanan lauk-pauk sehari-hari.
_____________________________
PEMBAHASAN TEKNIS
Proses pengendapan darah terjadi dalam 3 tahap yaitu tahap pembentukan rouleaux, tahap pengendapan dan tahap pemadatan. Di laboratorium cara untuk memeriksa Laju Endap Darah (LED) yang sering dipakai adalah cara Wintrobe dan cara Weetergren. Pada cara Wintrobe nilai rujukan untuk wanita 0 — 20 mm/jam dan untuk pria 0 — 10 mm/jam, sedang pada cara Westergren nilai rujukan untuk wanita 0 — 15 mm/jam dan untuk pria 0 — 10 mm/jam.
Laju endap darah
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Laju Endap Darah (LED) adalah faktor eritrosit, faktor plasma dan faktor teknik. Jumlah eritrosit/ul darah yang kurang dari normal, ukuran eritrosit yang lebih besar dari normal dan eritrosit yang mudah beraglutinasi akan menyebabkan Laju Endap Darah (LED) cepat. Walau pun demikian, tidak semua anemia disertai Laju Endap Darah (LED) yang cepat. Pada anemia sel sabit, akantositosis, sferositosis serta poikilositosis berat, laju endap darah tidak cepat, karena pada keadaan-keadaan ini pembentukan rouleaux sukar terjadi. Pada polisitemia dimana jumlah eritrosit/µl darah meningkat, Laju Endap Darah (LED) normal.
Pembentukan rouleaux tergantung dari komposisi protein plasma. Peningkatan kadar fibrinogen dan globulin mempermudah pembentukan roleaux sehingga Laju Endap Darah (LED) cepat sedangkan kadar albumin yang tinggi menyebabkan Laju Endap Darah (LED) lambat.
Laju Endap Darah (LED) terutama mencerminkan perubahan protein plasma yang terjadi pada infeksi akut maupun kronik, proses degenerasi dan penyakit limfoproliferatif. Peningkatan laju endap darah merupakan respons yang tidak
spesifik terhadap kerusakan jaringan dan merupakan petunjuk adanya penyakit.
Bila dilakukan secara berulang laju endap darah dapat dipakai untuk menilai perjalanan penyakit seperti tuberkulosis, demam rematik, artritis dan nefritis. Laju Endap Darah (LED) yang cepat menunjukkan suatu lesi yang aktif, peningkatan Laju Endap Darah (LED) dibandingkan sebelumnya menunjukkan proses yang meluas, sedangkan Laju Endap Darah (LED) yang menurun dibandingkan sebelumnya menunjukkan suatu perbaikan.
Selain pada keadaan patologik, Laju Endap Darah (LED) yang cepat juga dapat dijumpai pada keadaan-keadaan fisiologik seperti pada waktu haid, kehamilan setelah bulan ketiga dan pada orang tua.
Dan akhirnya yang perlu diperhatikan adalah faktor teknik yang dapat menyebabkan kesalahan dalam pemeriksaan Laju Endap Darah (LED). Selama pemeriksaan tabung atau pipet harus tegak lurus; miring dapat menimbulkan kesalahan 30%. Tabung atau pipet tidak boleh digoyang atau bergetar, karena ini akan mempercepat pengendapan. Suhu optimum selama pemeriksaan adalah 20°C, suhu yang tinggi akan mempercepat pengendapan dan sebaliknya suhu yang rendah akan memperlambat. Bila darah yang diperiksa sudah membeku sebagian hasil pemeriksaan laju endap darah akan lebih lambat karena sebagian fibrinogen sudah terpakai dalam pembekuan. Pemeriksaan laju endap darah harus dikerjakan dalam waktu 2 jam setelah pengambilan darah, karena darah yang dibiarkan terlalu lama akan berbentuk sferik sehingga sukar membentuk rouleaux dan hasil pemeriksaan laju endap darah menjadi lebih lambat
sumber : www.kalbe.co.id
Gamat..Obat Tradisional Serbaguna Sejak Ratusan Tahun yang Lalu Desember 10, 2008
Posted by jakapantura in diabetes, herbal.Tags: gamat, sea cucumber, suplemen
4 comments
Penggunaan Gamat emas (Teripang, Sea Cucumber) sebagai antiseptik tradisional dan obat serbaguna untuk berbagai penyakit sudah dikenal sejak 500 tahun yang lalu pada masyarakat Pulau Langkawi, yaitu sebuah pulau kecil di Semenanjung Malaya (Malaysia). Biasanya, air Gamat emas diminumkan kepada wanita sehabis melahirkan untuk menghentikan pendarahan, dan mempercepat proses penyembuhan luka khitan pada anak laki-laki masyarakat Pulau Langkawi. Pada waktu itu, air Gamat emas masih diolah secara tradisional sehingga memiliki kelemahan, seperti warna tidak menarik, dan berbau tidak sedap. Saat ini, pabrik kami telah menemukan teknologi tinggi pengolahan Gamat emas yang menghasilkan produk ekstrak Gamat emas / Teripang / Sea Cucumber (Gold-G Sea Cucumber Jelly) yang berkualitas, berwarna jernih dan tidak berbau, serta tidak mengurangi khasiat dan kandungan gizi yang terkandung di dalamnya.
Telah Diteliti Para Ilmuwan & Akademisi
Khasiat Sea Cucumber telah diteliti oleh para ilmuwan di seluruh dunia. Penelitian yang dilakukan di beberapa Universitas di Malaysia selama 8 tahun menunjukkan bahwa Sea Cucumber dapat melancarkan peredaran darah, mencegah penyumbatan kolesterol pada pembuluh darah, melancarkan fungsi ginjal, meningkatkan kadar metabolisme, membantu arthritis, diabetes mellitus dan hipertensi serta mempercepat penyembuhan luka, baik luka luar maupun luka dalam. Berdasarkan hasil penelitian di berbagai Universitas di seluruh dunia, ditemukan bahwa teripang emas sangat berkhasiat sebagai obat serba guna dan sebagai antiseptik tradisional. Dari penelitian tersebut terbukti bahwa teripang / gamat memiliki kandungan “Cell Growth Factor” (faktor regenerasi sel) sehingga mampu merangsang regenerasi / pemulihan sel dan jaringan tubuh manusia yang telah rusak/sakit bahkan membusuk, sehingga menjadi sehat / pulih kembali. Contoh yang mudah misalnya pada kasus penderita diabetes melitus. Selain diminum, gamat juga dioleskan pada luka yang sudah membusuk, bahkan hampir diamputasi. Ternyata, “Cell Growth Factor” mampu bekerja dengan baik sehingga luka menjadi pulih dengan cepat. Menurut Dr.Ir.M. Ahkam Subroto, M.App.Sc., Periset Bioteknolog LIPI, kandungan protein tinggi pada teripang yang mencapai 82%, baik diberikan kepada penderita diabetes. Protein tinggi berperan meregenerasi sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Hasilnya, produksi insulin meningkat. (Trubus 441, Agustus 2006, halaman 109). Diambil dari Species Teripang Terbaik Dunia Gold-G Sea Cucumber dalam istilah sehari-hari disebut Timun Laut atau Teripang / Gamat emas adalah bahan makanan yang berasal dari laut di Asia (Pulau Langkawi, Malaysia). Keistimewaan Gold-G Sea Cucumber dibandingkan Teripang pada umumnya: Merupakan species terpilih dari 1000 species teripang di dunia. Jenis species terpilih ini memiliki warna keemasan (golden) dan sejarah sejak ratusan tahun yang lalu telah membuktikan manfaat dan khasiat dari teripang ini untuk berbagai masalah kesehatan dan kecantikan. Teripang adalah hewan mengandung lendir yang beraroma tidak sedap, tetapi mempunyai khasiat yang sangat luar biasa. Teknologi modern telah menghilangkan aroma tidak sedap serta memurnikan air teripang emas yang dihasilkan. Sea Cucumber, istilah lainnya: Teripang / Gamat. Di China dijuluki Haisom. Dalam bahasa China : Hai berarti laut, dan Som berarti ginseng.

Siapa yang Membutuhkan Gold-G Sea Cucumber?
Untuk menjaga kesehatan anda dan keluarga, sebaiknya produk ini dikonsumsi tanpa menunggu penyakit datang. Meski demikian, produk ini sangat tepat dan dibutuhkan oleh mereka yang mengalami masalah kesehatan seperti berikut ini:
- Nyeri persendian (arthritis)
- Penyembuhan luka (antiseptik)
- Membantu toleransi gula darah (kencing manis)
- Membantu hipertensi
- Membantu kolesterol darah
- Masalah pencernaan (lambung), maag
- Membantu masalah pernafasan
- Meningkatkan sel darah merah
- Mengatasi anemia darah
- Sebagai penahan sakit alamiah (2x paracetamol)
Pengalaman dari konsumen-konsumen Gold-G Sea Cucumber yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, mereka dapat terbantu dari penyakit : Jantung koroner, asam urat, diabetes melitus, kolesterol, gula darah, hepatitis, hipertensi, lupus, maag (lambung), jerawat, luka-luka, luka bakar, radang paru-paru, tipus, tumor, stroke, epilepsi, asma, dan lain-lain. Keampuhan teripang mengatasi penyakit jantung diduga lantaran kandungan asam docosahexanat (DHA) pada teripang. Asupan DHA-asam lemak utama pada sperma, otak, dan retina mata-tinggi dapat menurunkan trigliserida darah penyebab penyakit jantung. Itu telah dibuktikan Prof Zaiton Hassan, peneliti dari Departemen Ilmu Pangan, Universitas Putra Malaysia, Malaysia. Bersama M. A Kaswandi, dari Universitas Kebangsaan Malaysia, ia meneliti kandungan asam lemak teripang Stichopus chloronotus. Hasilnya: kandungan DHA teripang relatif tinggi, yaitu 3,69%. (Trubus, Edisi: Minggu, 02 Juli 2006 17:12:52).
KANDUNGAN Goldgamat SEA CUCUMBERKandungan Sea Cucumber atau gamat emas(teripang emas) berdasarkan hasil penelitian adalah:
-
Protein 86,8%
-
Kolagen 80,0%
-
Mineral
-
Mukopolisakarida
-
Glucasaninoglycans (GAGs)
-
Antiseptik alamiah
-
Chondroitin
-
Omega-3, 6, dan 9
-
Asam Amino
Manfaat Masing-Masing Zat di Atas
1. Manfaat Protein
-
a. Baik untuk sistem pencernaan/lambung
-
b. Memperkuat sistem daya tahan tubuh
-
c. Membantu sistem pernafasan
-
d. Menghasilkan hormon & enzim serta fungsi protein lainnya
2. Manfaat Kolagen
-
a. Kecantikan kulit
-
b. Membantu menyembuhkan luka
-
c. Mengurangi masalah lambung/maag
-
d. Baik untuk paru-paru
-
e. Bersama chondroitin membentuk tulang rawan baru
3. Manfaat Glukosaminoglykan (GAGs)
-
a. Meringankan arthritis dan sakit/nyeri persendian
-
b. Membantu meningkatkan kadar insulin darah
-
c. Bersama omega 3, 6, dan 9 mencegah penyumbatan dalam sirkulasi darah
4. Manfaat Chondroitin
-
a. Meringankan Artritis
-
b. Menjaga Persendian (pelicin sendi), menjaga kelenturan persendian
-
c. Membantu dan mencegah osteoporosis dan osteoarthritis
-
d. Membantu memelihara jaringan ligmen pada tulang
5. Manfaat Mukopolisakarida
-
a. Membantu/melancarkan sirkulasi darah
-
b. Memelihara sistem jantung
-
c. Menghilangkan rasa sakit (zat penahan sakit alamiah)
-
d. Membantu menurunkan inflamasi dan mempercepat proses penyembuhan luka
-
e. Membantu masalah wasir
-
f. Menurunkan & menstabilkan hipertensi/darah tinggi
6. Manfaat Omega 3 dan Omega 6
-
a. Membantu meningkatkan pembakaran energi & metabolisme sel
-
b. Menjaga system penghantaran impuls syaraf dan memelihara tekanan darah
-
c. Menurunkan kekentalan darah, sehingga mengurangi resiko serangan jantung
-
d. Menurunkan kolesterol LDL dan Trigliserida
-
e. Meningkatkan HDL
7. Manfaat Mineral : Potassium, Fosfor, Kromium, Magnesium, Kalsium, Besi, Sodium
-
a. Mengaktifkan keseimbangan enzim
-
b. Bersama protein membentuk keseimbangan hormon & sistem kelenjar
-
c. Menghasilkan sel darah merah
-
d. Mencegah anemia darah
-
e. Membantu toleransi gula darah
-
f. Bersama GAGs, membantu mengatasi toleransi gula darah
8. Manfaat Asam Amino
Terdapat 18 macam asam amino, termasuk 9 macam asam amino esensial, kandungan asam aminonya lebih tinggi dari asam amino yang terdapat pada ikan laut, ayam dan telur.
-
a. Membentuk sel-sel baru
-
b. Memperbaiki jaringan
-
c. Membentuk anti bodi atau daya tahan tubuh
-
d. Menyelaraskan enzim & hormon
9. Manfaat Vitamin B
-
a. Vitamin B1 (Thiamin) – Sebagai bagian dari enzim – Membantu fungsi sel syaraf. – Diperlukan untuk produksi energi di dalam otak.
-
b. Vitamin B2 (Riboflavin) – Diperlukan untuk metabolisme energi dan membangun jaringan.
-
c. Vitamin B3 (Niasin) – Diperlukan untuk metabolisme energi, pencernaan dan sistem syaraf yang sehat
10. Antiseptik Alamiah
-
a. Zat untuk mencegah bakteri, jamur, infeksi
-
b. Anti tumor
KUTIPAN ARTIKEL DI MAJALAH TRUBUS TENTANG GAMAT EMAS/ TERIPANG / SEA CUCUMBER
Sea Cucumber (Teripang) Memperbaiki Fungsi Hati Teripang kaya akan grow factor sehingga dapat memperbaiki sel-sel rusak. Kandungan protein hingga 82% dan asam lemak essensial mujarab memperkuat sel hati untuk mengeluarkan antibodi. Karena itu juga tripang (gamat) kerap disebut imunomodulator. Lantaran kandungan kolagen yang tinggi, teripang (gamat) ampuh melakukan regenerasi sel secara singkat. Menurut dr. Zen, gamat larut dalam air sehingga langsung terserap di hati tanpa mengalami detoksifikasi. “Karena itu, gamat emas tidak menimbulkan efek samping,” tambahnya. (Trubus 441 – Agustus 2006/XXXVII, hlm. 107). Pengidap kanker banyak pula yang berharap pada teripang. Itu setelah Prof. Aleli Gana dan Dr. Florinia Merca dari Fakultas Kimia, University of the Philippines, Filipina menemukan senyawa aktif penghambat pertumbuhan sel kanker. Senyawa itu bernama lektin. Penelitian itu mengungkap, teripang pada konsentrasi 50 mikrogram menggumpalkan dan menghadang pertumbuhan sel kanker.
Hal serupa dibuktikan Jaime Rodriguez, Rita Castro, dan Ricardo Riguera dari Departemen Kimia, Universidad de Santiago de Compostela, Spanyol. Hasil penelitian mereka menunjukkan, teripang dengan senyawa aktif triterpen glikosida menghambat pertumbuhan tumor pada sel limfoid, sel tumor paru manusia, sel tumor serviks, dan melanoma tikus pada kisaran konsentrasi 0,38 – 0,46 mg/ml. (Trubus 441 – Agustus 2006/XXXVII, hlm. 113).
RISET
HASIL PENELITIAN TENTANG GOLD-G SEA CUCUMBER JELLY DAN PENGAKUAN DUNIA



-
Studi di China mengungkapkan bahwa gamat emas, Sea Cucumber (Teripang, Tripang, Gamat) juga mengandung saponin glycosides. Komponen ini mempunyai suatu struktur yang serupa dengan komponen ginseng yang aktif, ganoderma, dan tumbuh – tumbuhan bumbu tonic yang terkenal. Studi di China ini menunjukkan adanya anti kanker pada saponin dan polisakarida yang terkandung di dalam Sea Cucumber. Studi modern ini membuktikan bahwa Sea Cucumber dapat digunakan sebagai suatu tonik dan suplemen gizi.
-
Penelitian yang modern ini telah membuktikan bahwa Sea Cucumber bermanfaat untuk penyakit musculoskeletal inflam-matory, khususnya arthritis rematik, osteoarthritis, dan ankylosing spondylitis (penyakit rematik yang mempengaruhi tulang belakang).
-
Efek terhadap HIV/AIDS: Dalam penelitian medis, lektin telah ditemukan mempunyai efek therapeutic pada Human Immunodeficiency Virus (HIV). Hasil tes laboratorium yang menggunakan sel limfoid, menunjukkan bahwa lektin tumbuhan yang dikenal sebagai jacalin, secara sempurna dapat menghalangi virus HIV. Di samping kemampuannya untuk menggumpalkan sel-sel yang sangat berbahaya, lektin juga berperan sebagai indikator adanya tumor.

Pengakuan Dunia
-
US FDA menggolongkan Tripang emas sebagai “FOOD GRADE”
-
Di Australia, sudah dikembangkan untuk membantu pengobatan AIDS & HIV.
-
Di Melbourne, digunakan sebagai sumber protein yang unik
-
Di Malaysia dan Thailand digunakan sebagai antiseptik dan pengobatan tradisional secara turun menurun.
Di Australia & Amerika, ekstrak Sea Cucumber atau gamat emas bermanfaat sebagai:
-
Obat untuk para atlet
-
Suplemen untuk: Sakit sendi, reumatik, osteo-arthritis
Di Asia (Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei) Sea Cucumber atau gamat emas lebih dari 500 tahun yang lalu telah digunakan untuk tonik dan pengobatan tradisional. Di China, Jepang, dan Korea, Sea Cucumber atau gamat emas digunakan sebagai makanan dan hidangan para bangsawan.
Sumber : http://goldgamat.com
Spirulina.. Desember 10, 2008
Posted by jakapantura in diabetes, herbal.Tags: diabetes, gula darah, spirulina
add a comment
“Usia dr Ady Sucipto MPH masih muda ketika letih, mengantuk, keringat mengucur, dan pandangan mulai kabur menghampirinya. Saat itu ia menjelang 40 tahun. Dokter di Surakarta, Jawa Tengah, itu menyangka akibat kelelahan mengurus pasien. Biang kerok semua gangguan kesehatan itu kadar gula darah melebihi ambang batas, 300 mg/dl. Untuk mengatasi diabetes mellitus, ia mengkonsumsi 1 tablet diamicron 3 kali sehari.”
Sepuluh tahun kemudian, kadar gula darah membumbung, 500 mg/dl. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro itu menolak penggunaan insulin yang dalam pemberiannya harus disuntikkan. Musabanya, ia takut jarum suntik. Rekannya, sesama dokter, akhirnya mengganti obat untuk menanggulangi penyakit kencing manis yang diidapnya. Berbagai obat diminum setiap hari sebagai pengganti insulin.
Efek mengkonsumsi obat kimia tampak 10 tahun kemudian. Hasil laboratorium menunjukkan, nilai protein urine Ady positif 4. Padahal, seharusnya negatif. Artinya ginjal tak mampu menyaring protein darah. Tekanan darah sang dokter melonjak 190 mmHg, nilai kadar gula 400 mg/dl dengan kadar insulin kurang dari 3, di bawah kadar normal 3-20.
Lantaran obat kimia tak mampu menyembuhkan, Ady melirik spirulina. Semula ia ragu spirulina mampu menuntaskan penyakit. Ia berpendapat, Kemungkinan besar malah merusak ginjal karena mengandung garam, katanya. Untuk meyakinkan, ia berkorespondensi dengan Bob Capelli, vice president Cyanotech di Kailua, Hawaii, Amerika Serikat. Cyanotech produsen terbesar spirulina di dunia dengan produksi 30 ton per bulan.
Ketika berselancar di dunia maya, Ady Sucipto memperoleh informasi penting. Protein nabati dalam spirulina berisi asam amino yang tidak membebani fungsi ginjal, malah memperbaikinya. Selain itu spirulina juga meningkatkan fungsi pankreas untuk menghasilkan insulin.
Terbukti klinis
Mulailah Ady Sucipto mengkonsumsi 5 tablet spirulina 2 kali sehari. Tubuh lebih bugar. Selama 1,5 tahun mengkonsumsi spirulina, tak ada keluhan yang dirasakan berkaitan dengan diabetes dan hipertensi. Ia penasaran sehingga mengecek darah ke laboratorium. Hasilnya, menggembirakan. Kadar gula dalam darah 127 mg/dl, kadar insulin darah 12, dan nilai protein urin negatif. Kesimpulannya dr Ady sembuh diabetes tanpa harus disuntik insulin.
Sembuhnya sang dokter dari diabetes banyak dibuktikan oleh periset seperti Takai. Seperti dikutip Japan Society for Nutrition Food Science, ahli nutrisi itu menyatakan, spirulina efektif menurunkan serum glukosa puasa dan glukosa makan. Studi klinis melibatkan 15 pasien diabetes. Penurunan gula darah puasa signifi kan setelah 21 hari mengkonsumsi 2 gram spirulina per hari.
Dalam uji praklinis, spirulina terbukti tokcer menurunkan tekanan darah pada tikus. Begitulah hasil riset Iwata K dari Kagawa Nutrition University, Jepang. Yang paling berpengaruh dalam penurunan tekanan darah adalah asam araknoidat dan nitrat oksida yang menghasilkan cyclooksigenase, pengatur sirkulasi darah.
Asam lemak GLA (gamma linoleic acid) dalam spirulina juga berpengaruh, kata Prof I Nyoman Kabinawa, periset spirulina di Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi-LIPI. GLA merangsang hormon prostaglandin yang mengontrol tekanan darah, sintesis kolesterol, inflamasi, dan pembelahan sel.
Earl Mindell RPh PhD, profesor nutrisi di Pacifi c Western University, Amerika Serikat, mengungkapkan spirulina sumber klorofil tertinggi yang kaya mineral seperti besi, kalsium, seng, potasium, dan magnesium. Vitamin A, B kompleks, dan fenilalanin, menekan selera makan sehingga konsumsi gula dari karbohidrat kompleks dapat dikurangi. Alga mikro itu juga mengandung protein densitas tinggi dan karbohidrat sederhana yang menghasilkan energi tanpa memerlukan insulin berlebihan untuk mencernanya. Dengan begitu, kadar gula darah tetap terkontrol.
Myoma
Spirulina tak hanya menyembuhkan diabetes mellitus. Ratna Tanudjadja di Jakarta menderita myoma. Hasrat sembuh mendorong Ratna mengkonsumsi spirulina cair 3 kali sehari masing-masing satu sachet isi 10 ml. Sebulan berselang, nyeri saat menstruasi mereda. Hasil pemeriksaan ulang, ukuran myoma di rahimnya hilang sama sekali. Menurut Richard Kozlenko DPM PhD MPH, ahli biokimia nutrisi dari University of South Carolina, spirulina menghambat tumor dan kanker. Myoma salah satu tumor karena pertumbuhan sel otot rahim tidak terkontrol. Kelainan pertumbuhan sel itu disebabkan oleh rusaknya DNA. Biasanya kerusakan DNA diperbaiki oleh enzim endonukleus. Radikal bebas menonaktifk an aktivitas enzim itu sehingga memicu tumor. Polisakarida spirulina meningkatkan aktivitas enzim endonukleus dan memperbaiki sintesis DNA.
Peneliti-peneliti lain membuktikan, kalsium-spirulan atau ekstrak air spirulina yang telah dimurnikan bersifat antivirus. Senyawa itu molekul gula terpolimerisasi yang mengandung sulfur dan kalsium. Hamster yang diberi ekstrak spirulina, lebih tahan terhadap infeksi virus herpes. Uji antiviral juga dilakukan pada sel manusia dan kera yang dikulturkan pada media. Kedua sel itu kemudian diinfeksi oleh virus HIV-1, herpes simpleks, sitomegalovirus, influenza. Hasilnya, perkembangan keenam virus itu terhambat.
Menurut Richard sebelum menyerang virus menempelkan dirinya pada membran sel. Kemudian virus menembus membran dan menginfeksi sel. Berkat spirulina, membran sel tubuh menguat sehingga virus gagal menembus membran. Sel tubuh pun aman dari infeksi. Karena tidak mendapatkan inang, virus tak bisa memperbanyak diri. Akibatnya, ia terbunuh oleh sistem kekebalan tubuh.
Dengan efek terapi seperti itu, spirulina berpotensi untuk mengobati AIDS. Maraknya penelitian keampuhan spirulina menyembuhkan berbagai penyakit, membuat beberapa dokter tak segan menyarankan spirulina untuk pengobatan. Dr Zen Djaja MD, di Malang, Jawa Timur, sejak 2 tahun lalu meresepkan spirulina. Ia mengatakan, spirulina bermanfaat untuk pemulihan banyak penyakit, terutama yang berkaitan dengan degeneratif (menurunnya fungsi-fungsi sel).
Kandungan gizinya amat lengkap, ia juga kaya vitamin, mineral, protein, dan sebagai sumber klorofil, katanya. Protein yang lengkap dengan asam amino esensial berfungsi untuk membangun sel-sel tubuh.
Uji klinis menunjukkan spirulina ampuh mengatasi kolesterol tinggi. Tanaman bersel satu itu digunakan sebagai diet para pekerja berkadar kolesterol tinggi, hipertensi ringan, dan hiperlipidemia. Dosis konsumsi 4,2 g serbuk spirulina setara 8 tablet per hari. Sebulan kemudian, kadar kolesterol darah turun 4,5% dari 244 menjadi 233. Kadar Low Density Lipoprotein (LDL) kolesterol turun 6,1%. Periset Universitas Tokai, Jepang, yang menguji klinis menyimpulkan spirulina menurunkan kadar kolesterol darah sehingga sangat baik untuk penyakit jantung dan arteriosklerosis.
Hasil uji prakinis di Jepang membuktikan anggota famili Cyanophyceae itu mengurangi keracunan ginjal terhadap logam berat merkuri dan beberapa antibiotik. Riset diarahkan pada dua indikator yaitu nitrogen darah dalam bentuk urea dan serum kreatin. Bila tikus percobaan diberi 30% spirulina, nitrogen darah dan serum kreatin menurun secara drastis. Bahkan setelah tikus-tikus percobaan diinjeksi dengan dosis merkuri tinggi, nitrogen darah bertambah 310%. Setelah diberikan spirulina, beberapa jam kemudian nitrogen darah turun menjadi 209%. Begitu juga serum kreatin, dari 198% turun menjadi 157.
Keunggulan spirulina asam nukleatnya lebih rendah ketimbang bakteri. Jadi tidak menyebabkan penyakit ginjal, ujar peneliti alga Pusat penelitian dan pengembangan Oseanologi Drs Sutomo MSi. Berbagai penelitian itu mengungkapkan keistimewaan spirulina. Meski ukurannya superliliput, 1 mm, tetapi faedahnya amat besar. Dan itu dibuktikan melalui serangkaian riset.
Sumber : http://darth007.multiply.com
Awas..! Trend Diabetes Serang ABG Usia 15 Tahun Desember 9, 2008
Posted by jakapantura in Kesehatan, diabetes.add a comment
Fatichatun Nadhiroh – detikSurabaya
Surabaya – Bagi Anak Baru Gede (ABG) yang memiliki postur tubuh subur dan gemuk, sebaiknya waspada. Pasalnya, saat ini mulai trend pasien diabetes berusia 15 tahun.
“Jika 3 tahun lalu pasien diabetes melanda kalangan muda usia di atas 25 tahun, saat ini mulai berubah. Usia 15 tahun dengan tubuh gemuk bisa mengidap diabetes,” kata Ketua Panitia Scientific Program Joint Symposium Surabaya Diabetes Update XVIII (SDU XVIII), dr Sri Murtiwi SpPD-KEMD kepada wartawan di ruang Diabetes dan Nutrisi RSU dr Soetomo Surabaya, Selasa (9/12/2008).
Murtiwi menjelaskan, bila ada ABG sudah mengidap diabetes maka harus dilakukan diet ketat. ABG tersebut harus menjalani porsi makan yang dibatasi dan berat badannya harus diturunkan hingga mencapai ideal. Jika dibiarkan saja, maka kondisi ABG itu bisa mencapai diabete tipe I yang tergantung dengan insulin.
“Jika dibiarkan terus, maka ABG ini bisa mencapai diabetes tipe II yang membutuhkan obat, makanan dengan porsi dibatasi dan olah raga. Bila tetap tidak mampu diobati, maka ABG ini harus menjalani insulis,” tambahnya.
Insulin ini, jelas dia, bukan hanya mampu menurunkan gula darah namun memiliki manfaat dan mempengaruhi jaringan tubuh lainnya.
Sementara jumlah pasien ABG yang mengalami diabetes dalam waktu satu bulan mencapai 2 orang. “Meski angkanya sebulan masih 2 pasien baru, lambat laun kasus ini akan semakin banyak. Apalagi saat ini banyak masyarakat yang kurang peduli dengan pola hidup dan pola makan,” tegasnya.
Ahli penyakit dalam RSU dr Soetomo ini menjelaskan, bila kondisi gula darah ABG inisudah kembali normal, pihaknya menyarankan untuk tetap mengatur pola makan dan olah raga
“Jangan konsumsi makanan yang menyebabkan gula darah tinggi. Diantaranya buah-buahan rambutan dan mangga. Dan sebaliknya, jangan biarkan gula darah drop di bawah 70 mdl. Ini bisa membahayakan dan menyebabkan pasien drop,” tandasnya.(fat/fat)
Sumber : http://surabaya.detik.com









