Khasiat Dan Manfaat Buah-Buahan Alami Bagi Tubuh Manusia

Diambil dari

Buah adalah salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari. Dibandingkan dengan suplemen obat-obatan kimia yang dijual di toko-toko, buah jauh lebih aman tanpa efek samping yang berbahaya serta dari sisi harga umumnya jauh lebih murah dibanding suplemen yang memiliki fungsi yang sama.

Di bawah ini kita dapat melihat kandungan, khasiat dan manfaat sehat dari beberapa jenis buah yang ada di bumi :

1. BUAH TOMAT (TOMATO)

- tomat mengandung vitamin A, B1 dan C.

- tomat dapat membantu membersihkan hati hati dan darah kita.

- tomat dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. gusi berdarah.

b. rabun senja / kotok ayam.

c. penggumpalan darah.

d. usus buntu.

e. kanker prostat dan kanker payudara.

2. BUAH PEPAYA (PAPAYA)

- pepaya mengandung vitamin C dan provitamin A.

- pepaya dapat membantu memecah serat makanan dalam sistem pencernaan.

- pepaya dapat mebuat lancar saluran pencernaan makanan.

- pepaya dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. menyembuhkan luka.

b. menghilangkan infeksi.

c. menghilangkan alergi

3. BUAH PISANG (BANANA)

- pisang mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.

- pisang dapat membantu mengurangi asam lambung.

- pisang bisa membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh.

- pisang dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. gangguan pada lambung.

b. penyakit jantung dan stroke

c. stress

d. menurunkan kadar koleterol dalam darah.

4. BUAH MANGGA (MANGO)

- mangga mengandung vitamin A, E dan C.

- mangga dapat bertindak sebagai disinfektan.

- mangga dapat membersihkan darah.

- mangga dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. bau badan / bb / bau tubuh yang tidak enak.

b. menurunkan panas tubuh saat demam.

5. BUAH STRAWBERRY (STRAWBERRY)

- stoberi mengandung provitamin A, vitamin B1, B dan C.

- stobery mengandung antioksidan untuk melawan zat radikal bebas.

- strawbery memiliki kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. mengobati gangguan kesehatan pada kandung kemih.

b. menjadi anti virus

c. menjadi anti kanker

6. BUAH APEL (APPLE)

- apel mengandung vitamin A, B dan C.

- aple dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

- apel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. menjadi zat anti kanker.

b. mengurangi nafsu makan yang terlalu besar.

7. BUAH JERUK (ORANGE)

- jeruk mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.

- jeruk mengandung antikanker bagi tubuh.

- jeruk dapat mencegah dan mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. mengobati sariawan.

b. menurunkan resiko terkena kardiovaskuler, kanker, dan katarak.

8. BUAH PEAR / PIR (PEAR)

- pear mengandung vitamin C dan provitamin A.

- pear mengandung anti oksidan yang baik untuk menjaga kesehatan.

- pear dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. menurunkan demam / panas tubuh.

b. mengencerkan dan menhilangkan dahak pada batuk berdahak.

9. BUAH JAMBU BIJI MERAH / JAMBU MERAH (GUAVA)

- jambu merah mengandung vitamin C yang sangat banyak.

- jambu merah mengandung zat antioxidan dan antikanker.

- jambu merah mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. menurunkan kadar kolesterol darah

b. mengobati infeksi.

c. menjaga mengobati sariawan.

d. memperlancar peredaran darah.

e. melancarkan saluran pencernaan.

f. mencegah konstipasi.

10. BUAH SEMANGKA (WATERMELON)

- semangka mengandung vitamin C dan provitamin A.

- semangka dapat menjadi antialergi.

- semangka mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

seperti :

a. menurunkan kadar kolesterol.

b. mencegah dan menahan serangan jantung.

11. BUAH MELON (HONEYDEW)

- melon mengandung vitamin C dan provitamin A.

- melon mengandung zat anti kanker dan anti oksidan.

- melon mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. mencegah darah menggumpal.

b. membersihkan kulit.

c. menlancarkan saluran pencernaan.

d. menurunkan kadar kolestrerol.

12. BUAH WORTEL (CARROT)

- wortel kaya akan vitamin A.

- wortel baik untuk menjaga kesehatan mata.

- wortel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. meningkatkan kekebalan dan ketahanan tubuh jasmani.

b. menjaga hati tetap sehat.

13. BUAH BELIMBING (STAR FRUIT)

- belimbing mengandung vitamin C dan provitamin A.

- belimbing dapat membantu memperlancar pencernaan makanan.

- belimbing mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. menurunkan tekanan darah.

b. menurunkan kadar / tingkat kolesterol dalam tubuh.

14. BUAH NANAS (PINEAPPLE)

- nanas mengandung vitamin B dan C.

- nanas dapat mencegah terkena serangan jantung dan stroke / struk.

- nenas dapat mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. menyembuhkan luka.

b. menyembuhkan infeksi pada saluran pencernaan.

Untuk menjadi sehat alami tanpa bahan kimia makanlah berbagai buah secukupnya setiap hari demi kesehatan badan kita yang sangat berharga.

diambil dari

Khasiat Rumput Teki/Manggata

Khasiat Rumput Teki
diambil dari http://blog.unila.ac.id/chandra/archives/235

teki 1Haid kadang membuat frustrasi. Datang sebulan cuma sekali, tetapi nyerinya minta ampun. Jangan biarkan masalah ini. Di sekitar kita banyak tanaman yang bisa membantu mengatasi, salah satunya rumput teki alias manggata.

Haid atau menstruasi adalah akibat siklus hormonal di dalam tubuh wanita. Darah haid keluar bersama endometrium (lapisan rahim) yang luruh akibat turunnya kadar hormon estrogen dan progesteron.

Dalam keadaan normal, haid datang setiap bulan. Namun, jika siklus hormonal mengalami gangguan, datangnya bisa telat sampai berbulan-bulan atau sebaliknya lebih dari sekali sebulan.

Menjelang menstruasi, banyak wanita mengalami perubahan emosi, seperti gampang sedih dan mudah marah. Tak sedikit yang mengalami nyeri, sampai harus cuti kerja. Kadang darah tak mau berhenti, hingga harus gonta-ganti pembalut.

Dalam konsep pengobatan tradisional Cina (TCM), dijelaskan Retno Lanysari Windura, akupunturis dan herbalis asal Solo, gangguan menstruasi akibat panas berlebihan. Hal itu terjadi akibat ketidakseimbangan yin dan yang di dalam tubuh. Karena itu, obat gangguan menstruasi adalah tanaman yang punya sifat mendinginkan.

Isolasoglikosida plavon
Belum banyak orang yang menengok kekayaan obat tradisional di sekitar kita. Padahal, kata Ir. Heru D. Wardana, M.Hort.Sc., peneliti tanaman obat di Jakarta, jika kita menengok pekarangan rumah, bakal menjumpai tanaman yang bisa membantu mengatasi masalah kewanitaan ini. Salah satunya rumput teki.

teki 1Tanaman ini tarmasuk dalam familia Cyperaceae dengan nama Latin Cyperus rotundus (C. tuberosus). Rumput teki juga memiliki berbagi nama (sinonim) di antaranya CC curvatus Llanos, C. hexastochyus Rottb, CC leptostachyus Griff, C. madicans FI. Graec, C. odoratus Osbeck, C tenuiflorus Royle (non Rottb.), musta, mustaka, kobushi, nutgrass, tiririca, nutsedge, purple nutsedge, dan adru.

Rumput teki merupakan rumput semu menahun, tingginya 10-95 cm. Batang rumputnya berbentuk segitiga dan tajam. Daunnya berjumlah 4-10 helai yang terkumpul pada pangkal batang. Akar dengan pelepah daunnya tertutup tanah. Helaian daun berbentuk pita bersilang sejajar. Permukaan atas berwarna hijau mengilat dengan panjang daun 10-30 cm dan lebar 3-6 cm.

Tanaman ini tumbuh liar di tempat terbuka atau sedikit terlindung dari sinar matahari, seperti di tanah kosong, tegalan, lapangan rumput, pinggir jalan, atau di lahan pertanian, dan tumbuh sebagai gulma yang susah diberantas.

Menurut Ir. Heru, bagian rumput teki yang bisa digunakan adalah umbinya yang mengandung alkaloid, flavonoid, sineol, pinen, siperon, rotunal, siperenon, dan siperol. Sifat kimiawi dan efek farmakologis rumput teki adalah rasa pedas, sedikit pahit, dan manis, berkhasiat menormalkan siklus haid, menghilangkan rasa sakit (analgesik) dan sebagai penenang (sedatif). Dalam TCM, tambah Retno, rumput teki masuk meridian hati dan san ciao.

Dalam konsep TCM, rimpang teki punya sifat mendinginkan. Secara empiris, teki telah lama digunakan masyarakat Cina dan India sebagai obat peluruh haid.

Sebuah situs kesehatan menyebutkan, penelitian di Cina menemukan bahwa secara tunggai maupun kombinasi, 6-9 gram rimpang teki bisa membantu meringankan ketidakteraturan siklus haid serta meringankan sindrom pramenstruasi (PMS).

Rimpang teki juga sering dipakai untuk meningkatkan nafsu makan, meredakan demam, dan meringankan penyakit hati. Di India digunakan sebagai produk perawatan rambut dan kulit. Kandungan minyak atsirinya digunakan sebagai parfum.

MADU VS GULA PASIR & TERIGU

diambil dari http://www.izzanabila.com , http://thibbunnabawi.wordpress.com/

Tahun 1956 Thomas L.Cleave,dokter ahli bedah menemukan bahaya mengkonsumsi gula pasir (dan terigu).Ia kemudian menjuluki The Saccharine Disease untuk penyakit yang timbul akibat banyak mengkonsumsi gula pasir. Gangguan usus (Diverticulitis) ,Kanker usus besar,Gangguan pembuluh balik tungkai dan wasir,dan tak pernah kenyang,bagian dari budaya mengkonsumsi gula pasir dan semua jenis makanan karbohidrat yang diolah oleh pabrik (Refined diet),termasuk gula pasir dan terigu.
Makanan karbohidrat yang diolah sudah kehilangan sebagian besar serat (Fiber),selain kehilangan pula vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.
Terigu dibuat dari bahan alam (Gandum),sama seperti beras,akibat terlalu di paksakan,kulit ari bahan jelai yang kaya akan vitamin & mineral tersebut (millfeeds) jadi terbuang .dan dijadikan makanan ternak.Yang sama dengan kulit ari pada padi dan bekatul.semakin putIh beras dan terigu maka semakin miskin gizinya.
Lama setelah itu muncul temuan,bahwa budaya makan karbohidrat olahan yang ikut menyokong bermunculannya penyakit degeneratif. Dan itu sejalan dengan konsumsi gula pasir dunia yang meningkat puluhan kali lipat.
Penyakit akibat kekurangan asupan fiber meningkat. Demikian pula penyakit kantung empedu,penyakit usus,selain penyakit pembuluh darah dan jantung. Konsumsi kekurangan serat berkaitan juga dengan penyakit akibat lemak darah yang tinggi,dan hipertensi.
Di samping itu dalam proses pembuatan terigu,selain chromium hilang, mineral cadmium yang tidak menyehatkan meningkat. Akibat konsumsi gula pasir berlebihan,kelebihan kalori meningkat cholesterol tubuh juga. Cholesterol yang meningkat membentuk penyakit arteri (atherosclerosis).
Menu berterigu dan bergula juga tidak memberi rasa penuh dan rasa kenyang diperut karena kurang berampas,sehingga orang cenderung mengkonsumsi makanan lebih banyak dari kebutuhan.Dari sini juga muasal kenapa menu BARATISASI (roti putih, pastries, permen, minuman ringan) cenderung bikin tubuh jadi kelebihan berat badan.
Dari sisi kandungan kalori madu tidak jauh berbeda dengan gula, satu kilogram madu dapat memberikan sekitar 3500 kalori sedangkan satu kilogram gula dapat memberikan sekitar 3900 kalori. Di luar kalori ini madu sangat berbeda jauh dengan gula. Berikut adalah point-point dimana madu berbeda dengan gula.
Madu tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya, hampir seluruh zat dalam madu dapat terserap oleh tubuh dan hanya kurang dari 1/200 bagian madu yang akan dibuang oleh tubuh. Gula merupakan hasil dari berbagai proses pemanasan dimana asam organic, protein, enzyme dan vitamin yang ada di alam (tebu atau beat) terekstraksi atau rusak dan bahkan bahan-bahan berbahaya seperti hydrochloric, phosphoric dan sulphuric acids masuk kedalam gula pada proses pembuatannya tersebut.
Madu adalah pemanis alami yang proses pembuatannya tidak melibatkan sentuhan manusia. Gula adalah proses konsentrasi, denaturalisasi dan bahkan polusi terhadap hasil alam(tebu) dimana melalui proses pemanasan dalam pembuatan gula menghancurkan zat-zat yang sangat penting seperti protein, enzyme dan asam-asam organic tersebut.
Madu mengandung unsure-unsur kehidupan termasuk berbagai mineral yang terkandung di dalamnya. Gula putih khususnya yang semula berasaal dari sari tebu berwarna gelap dan mengandung mineral, dalam proses yang disebut defecation, mineral-mineral tersebut ‘terhilangkan’ karena apabila tidak maka tidak akan menjadi kristal-kristal gula putih.
Pemanis terbaik adalah dari kelompok gula sederhana karena untuk berasimilasi dalam tubuh tidak memerlukan aktifitas pencernaan yang berat, gula sederhana ini terkandung secara melimpah di dalam madu. Gula putih (dari tebu) untuk perlu pekerjaan yang berat dari system pencernaan dan kerja keras dari pankreas utnuk memproduksi insulin, penggunaan gula tebu secara terus menerus membuat kemampuan kerja pancreas menurun yang kemudian menimbulkan penyakit diabetis.
Perbedaan-perbedaan tersebutlah yang membuat penemu insulin yaitu DR. Banting pada tahun 1929 sudah menyatakan bahwa “ Di Amerika Serikat kasus penderita diabetis meningkat sejalan dengan penggunaan gula putih (tebu), dalam pembuatan gula tebu melalui proses pemanasan dan kristalisasi sesuatu telah berubah dan menghasilkan bahan makanan yang berbahaya untuk dikonsumsi ”. Pendapat ini dikuatkan oleh ahli lain DR. Serge Veronoff yang menyatakan bahwa umur manusia rata-rata dapat mencapai 120 tahun apabila dapat meninggalkan tiga bahan pangan yaitu gula, tepung dan garam.
Menyangkut kehebatan madu dibandingkan gula DR. Harvey W. Willey, sesepuh ahli kimia dari Department of Agricultural and Director of Bureau of Foods, Sanitation and Healths – USA dalam suratnya kepada American Honey Institute antara lain mengingatkan untuk hati-hati mensosialisasikan madu, karena apabila semua orang tahu kelebihan madu terhadap gula maka akan timbul masalah lain yaitu tidak cukupnya produksi madu untuk memenuhi seluruh kebutuhan penduduk, dampaknya harga madu akan melonjak sangat tinggi – sehingga madu tidak lagi menjadi bahan pangan/kesehatan yang murah dan terjangkau.
Anda yang beruntung membaca buku ini dan mengetahui kehebatan madu dibandingkan gula, sudah seharusnya mengganti seluruh menu makan dan minum Anda yang selama ini menggunakan gula dengan madu, selagi madu belum menjadi barang yang terlalu mahal untuk dibeli seperti dikawatirkan oleh DR. Willey tersebut.

Menaksir Kualitas Madu
Republika, Ahad, 5 Desember 2004
Orang sering menyamakan madu dengan gula, sering pula salah sangka soal mutunya. Bagaimana yang sebenarnya?

Mencari madu ternyata gampang-gampang susah. Dibilang gampang karena madu sangat mudah diperoleh. Anda bisa mendapatkannya di toko, pasar, supermarket hingga pedagang madu keliling. Namun, untuk mendapatkan madu yang benar-benar berkualitas tinggi ternyata sangat sulit.

Tak hanya itu, pengetahuan masyarakat soal madu pun masih sangat minim. Akibatnya, mitos yang salah tentang madu pun berkembang. “Ada yang mengatakan meminum madu tak ada bedanya dengan meminum gula,” ujar Ir. Kasno Msc, pakar perlebahan yang juga dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB)

Tak sama dengan gula

Menurut Kasno, madu itu berbeda denga gula. Madu merupakan food supplement alami yang berkhasiat. Ia mengandung monosacharida yang terdiri atas glukosa dan fruktosa. Selain itu, madu juga mengandung berbagai jenis vitamin, asam amino, macam-macam mineral serta 100 jenis zat yang bermanfaat untuk kesehatan. Karena kandungannya, tak heran jika madu bisa digunakan untuk pengobatan dan suplemen bagi mereka yang tengah berdiet.

Sedangkan gula hanya mengandung disakarida yang disebut dengan sukrosa. Madu berasal dari cairan khusus yang dihasilkan tanaman pada bagian bunga dan pucuk daun. Cairan tersebut disebut nektar.

“Di dunia ini tak ada madu yang sama, karena bukan pabrikan,” ungkap entomologist ini. Warna dan jenis madu yang dihasilkan lebah tergantung sumber nektar. Karena itu, dalam setiap madu ada perbedaan rasa, aroma, dan khasiat. Hal itu juga tergantung dari komponen-komponen yang dikandung tanaman yang menjadi sumber nektar.

Kasno menegaskan, anggapan masyarakat yang menyamakan madu dengan gula sangat tidak benar. Madu yang mengandung glukosa dan fruktosa saat diminum langsung akan diserap darah. Sehingga, madu cepat menghasilkan tenaga. Sedangkan gula yang berisi sukrosa baru bisa diserap beberapa jam kemudian.

Seorang pedagang madu di pasar biasanya berkoar-koar bahwa madu yang dijualnya adalah madu asli. Menurut Kasno, dalam madu tak ada istilah asli atau palsu. Semua madu itu asli, pasalnya tidak akan ada yang mampu membuat madu selain lebah. “Yang ada adalah madu yang berkualitas tinggi atau rendah.”

Menurutnya, sangat sulit secara indrawi untuk bisa mengetahui apakah madu yang beredar di pasar itu berkualitas tinggi atau rendah. Semua, lanjut dia, harus diperiksa di laboratorium. Namun, jangan khawatir. Agar Anda tak tertipu membeli madu, ada beberapa ciri yang menentukan berkualitas atau tidaknya semua madu.

Menaksir Kualitas Madu

Madu yang berkualitas tinggi biasanya memiliki kekentalan yang sangat tinggi. Sehingga, Anda disarankan untuk membeli madu yang tidak encer. Selain itu, Anda pun tak boleh memilih madu yang berbuih. Buih yang ada pada madu menunjukkan bahwa madu tersebut telah mengalami fermentasi. “Sehingga kualitasnya sangat rendah,” tutur Kasno.

Adanya anggapan di masyarakat bahwa madu yang diisi dalam botol dan meletup bila ditutup adalah anggapan yang salah. Menurut dia, madu yang telah meletup itu telah mengalami fermentasi, karena banyak mengandung gas karbondioksida (CO2).

Ada juga kepercayaan di masyarakat yang mengukur madu berkualitas tinggi dengan cara memakai korek api. Menurut Kasno, bisa saja korek api yang dicelupkan ke dalam madu bisa cepat terbakar karena madu tersebut telah mengandung alkohol. Mengukur madu dengan semut pun tak bisa jadi jaminan. Madu yang rasanya sudah asam, tak akan didatangi semut.

Selain itu, untuk mendapatkan madu yang berkualitas tinggi, Anda perlu mencicipinya. Bila rasa madu tersebut sudah masam, maka kualitasnya sangat rendah. Selain telah mengalami fermentasi, madu tersebut juga telah menjadi asam cuka.

Kualitas madu ditentukan kadar air, gula, serta hidroksimetilfulfurat (HMF). Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Madu No. 012545 Tahun 1994, kadar air yang dikandung madu maksimal 22 persen berat per berat. “Itupun masih terbilang sangat tinggi, karena standar FAO (organisasi pangan dan pertanian dunia) standarnya 20 persen.”

Madu yang mengadung kadar air yang tinggi akan cepat rusak kualitasnya karena sangat mudah mengalami fermentasi. Menurut Kasno, madu adalah satu bahan yang bersifat hidroskopik. Yakni, bahan yang sangat menyerap air. Jika madu dibiarkan terbuka, maka madu akan mengambil air dari udara.

“Sehingga, madu harus disimpan di tempat tertutup,” tutur Kasno berbagi tips. Dengan begitu, madu tidak akan cepat rusak.

Madu yang berkualitas tinggi juga harus mengandung gula sukrosa yang tak terlalu tinggi. Kadar sukrosa pada madu berdasarkan standar SNI, tak boleh lebih dari 10 persen.

Kadar sukrosa pada madu terjadi akibat madu dipanen muda atau dimasak begitu dipanen. Hal itu mengakibatkan enzim invertase yang ada pada madu mati. Padahal, enzim invertase ini yang berfungsi untuk mengubah gula rantai panjang menjadi monosacharida.

Khasiat Ekstrak Buah Mengkudu dan Rimpang Jahe Merah Sebagai Obat Penunjang dalam Penanganan Tuberkulosis

sumber :Sekolah Farmasi ITB http://bahan-alam.fa.itb.ac.id
Judul Penelitian
Khasiat Ekstrak Buah Mengkudu dan Rimpang Jahe Merah Sebagai Obat Penunjang dalam Penanganan Tuberkulosis

Peneliti
Evi Sovia
Elin Yulinah S
Tintin Gartinah

Abstrak
Telah diuji kemampuan ekstrak rimpang jahe merah dan ekstrak buah mengkudu secara klinis pada penderita TB paru kasus baru TBA (Basil Tahan Asam) positif. Konversi sputum BTA pada penderita TB paru yang mendapat OAT (Obat Anti TB) kategori I dengan adjuvan ekstrak buah mengkudu 500 mg lebih cepat terjadi dibandingkan yang mendapat adjuvan ekstrak jahe merah 500 mg, maupun kelompok plasebo yang bermakna secara statistik. Konversi sputum pada semua kelompok subjek mulai terjadi pada minggu kedua dan bermakna secara statistik. Pemberian ekstrak buah mengkudu dapat meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan, sedangkan pemberian ekstrak rimpang jahe merah dapat menurunkan laju endap darah secara signifikan. Ekstrak buah mengkudu dan jahe merah tidak mempengaruhi fungsi hati dan ginjal, dan keluhan yang terjadi lebih sedikit dibandingkan kelompok plasebo.

Keterangan
Tesis

Tahun
2006

Tempat Penelitian
Sekolah Farmasi ITB

Uji Farmakologi
Penelitian dilakukan secara double blind, randomized, placebo controlled. Kriteria inklusi yaitu penderita TB paru kategori I kasus BTA positif, laki-laki atau perempuan 18-55 tahun, tidak menderita penyakit lain, dan bersedia ikut dalam penelitian. Semua penderita mendapatkan terapi dua bulan intensif dengan pemberian rifampisin 450 mg, INH 300 mg, etambutol 750 mg, dan pirazinamid 1500 mg ditambah vitamin B6 setiap hari. Dilanjutkan fasa lanjutan selama 4 bulan dengan pemberian rifampisin 450 mg dan INH 600 mg tiga kali dalam seminggu. Penderita yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi 3 kolompok. Kelompok 1 diberikan ekstrak rimpang jahe merah dosis 500 mg sehari setiap hari selama 2 bulan, dilanjutkan 3 kali dalam seminggu dengan dosis sama selama 4 bulan. Kelompok 2 diberi ekstrak buah mengkudu dosis 500 mg sehari setiap hari selama 2 bulan, dilanjutkan 3 kali dalam seminggu dengan dosis sama selama 4 bulan. Kelompok 3/kontrol diberi plasebo berisi amilum satu kali sehari selama 2 bulan, dilanjutkan 3 kali dalam seminggu selama 4 bulan. Setelah itu dilakukan pemeriksaan klinis meliputi anamnesis dan pemeriksaan fisik; pemeriksaan laboraturium meliputi darah rutin (Hb, jumlah leukosit, laju endap darah), faal hati (SGOT, SGPT), faal ginjal (kreatinin), dan glukosa darah; pemeriksaan sputum BTA tiga kali untuk diagnostik, foto toraks Postero Anterior, kultur BTA. Konversi sputum BTA pada penderita TB paru yang mendapat OAT (Obat Anti TB) kategori I dengan adjuvan ekstrak buah mengkudu 500 mg lebih cepat terjadi dibandingkan yang mendapat adjuvan ekstrak jahe merah 500 mg, maupun kelompok plasebo yang bemakna secara statistik. Konversi sputum pada semua kelompok subjek mulai terjadi pada minggu kedua dan bermakna secara statistik. Keluhan yang terjadi pada pemberian ekstrak buah mengkudu dan jahe merah lebih sedikit dibandingkan kelompok plasebo.

Uji Toksisitas
Uji keamanan dilakukan dengan pemeriksaan laboraturium meliputi darah rutin (Hb, jumlah leukosit, laju endap darah), faal hati (SGOT, SGPT), faal ginjal (kreatinin), dan glukosa darah setelah pemberian ekstrak uji. Pemberian ekstrak buah mengkudu dapat meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan, sedangkan pemberian ekstrak rimpang jahe merah dapat menurunkan laju endap darah secara signifikan. Ekstrak buah mengkudu dan jahe merah tidak mempengaruhi fungsi hati dan ginjal.

Laju Endap Darah

selasa kemarin dapet hasil Medical Check Up (MCU) dari askes yang kerjasama dengan kantor saya yang dilaksanakan tanggal 21 desember 2008. lumayan gratis trus check up nya lumayan lengkap. pas diliat Alhamdulillah normal semua. untuk gula darah puasa 120 mg/dl..gapapa wes lha wong makan saya mulai rusuh lagi. Mediabetea mulai hari ini saya kurangi jadi seminggu 2 kali aja. soalnya sudah 4 bulan semenjak lepas obat dokter dan gula darah rata2 normal. untuk ginjal juga normal..kolesterol yang agak tinggi 200an..maklum gorengan hampir tiap hari..ikan, cumi, udang juga sering..he..he..harus dikurangi nih makan2an gitu…

semenjak gula darah normal saya mulai bandel lagi dalam makan..emang susah kalo lagi sakit disiplinnya minta ampun..begitu mulai normal mulai dehh…namun ada satu yang belumsaya tahu yaitu Laju Endap Darah. di pemeriksaan nilainya diatas normal yaitu 20..dengan batas normal dibawah 15. saya tanya temen yang dokter katanya mungkin ada infeksi kronis. wahh..kok gitu??

daripada penasaran akhirnya tanya sama mbah gogle..trus didapet ini

Mungkin pada suatu hari anda pernah sekedar mengalami demam menderita penyakit typhus atau demam berdarah yang mengharuskan anda memeriksakan darah ke laboratorium, lalu pada hasilnya anda mendapati kriteria Laju Endap Darah (LED) di situ. Apakah yang dimaksud Laju Endap Darah (LED) itu? Mari kita cermati pembahasan berikut.
Laju endap darah

Laju Endap Darah (LED) atau dalam bahasa inggrisnya Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) merupakan salah satu pemeriksaan rutin untuk darah. Proses pemeriksaan sedimentasi (pengendapan) darah ini diukur dengan memasukkan darah kita ke dalam tabung khusus selama satu jam. Makin banyak sel darah merah yang mengendap maka makin tinggi Laju Endap Darah (LED)-nya.

Tinggi ringannya nilai pada Laju Endap Darah (LED) memang sangat dipengaruhi oleh keadaan tubuh kita, terutama saat terjadi radang. Namun ternyata orang yang anemia, dalam kehamilan dan para lansia pun memiliki nilai Laju Endap Darah yang tinggi. Jadi orang normal pun bisa memiliki Laju Endap Darah tinggi, dan sebaliknya bila Laju Endap Darah normalpun belum tentu tidak ada masalah. Jadi pemeriksaan Laju Endap Darah masih termasuk pemeriksaan penunjang, yang mendukung pemeriksaan fisik dan anamnesis dari sang dokter.

Namun biasanya dokter langsung akan melakukan pemeriksaan tambahan lain, bila nilai Laju Endap Darah di atas normal. Sehinggai mereka tahu apa yang mengakibatkan nilai Laju Endap Darahnya tinggi. Selain untuk pemeriksaan rutin, Laju Endap Darah pun bisa dipergunakan untuk mengecek perkembangan dari suatu penyakit yang dirawat. Bila Laju Endap Darah makin menurun berarti perawatan berlangsung cukup baik, dalam arti lain pengobatan yang diberikan bekerja dengan baik.

Pada kasus dengan keluhan gampang lelah dan pandangan berkunang-berkunang, kemungkinan besar diagnosisnya anemia. Biasanya didukung dengan nilai Hemoglobin (Hb) yang rendah. Untuk penanganannya, anemia harus diidentifikasikan dahulu apakah Hb yang turun akibat dari Zat Besi (Fe) yang turun, atau komponen Hb yang lain yang turun? (Misalnya globin-nya/protennya).

Bila memang Fe-nya yang turun tentunya harus cukup mengkonsumsi tablet besi (Sulfusferrosus). Sekarang bentuknya tablet berbagai ragam. Ada yang disatukan dengan Effervescent, atau dengan Vitamin B, dan sebagainya. Sedangkan bila kadar proteinnya yang turun, tentunya harus konsumsi makanan atau minuman tinggi protein. Ini pun bentuknya sudah beragam, ada yang berbentuk susu, berbentuk minuman bertenaga dan yang paling banyak mungkin berbentuk makanan lauk-pauk sehari-hari.

_____________________________

PEMBAHASAN TEKNIS

Proses pengendapan darah terjadi dalam 3 tahap yaitu tahap pembentukan rouleaux, tahap pengendapan dan tahap pemadatan. Di laboratorium cara untuk memeriksa Laju Endap Darah (LED) yang sering dipakai adalah cara Wintrobe dan cara Weetergren. Pada cara Wintrobe nilai rujukan untuk wanita 0 — 20 mm/jam dan untuk pria 0 — 10 mm/jam, sedang pada cara Westergren nilai rujukan untuk wanita 0 — 15 mm/jam dan untuk pria 0 — 10 mm/jam.
Laju endap darah

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Laju Endap Darah (LED) adalah faktor eritrosit, faktor plasma dan faktor teknik. Jumlah eritrosit/ul darah yang kurang dari normal, ukuran eritrosit yang lebih besar dari normal dan eritrosit yang mudah beraglutinasi akan menyebabkan Laju Endap Darah (LED) cepat. Walau pun demikian, tidak semua anemia disertai Laju Endap Darah (LED) yang cepat. Pada anemia sel sabit, akantositosis, sferositosis serta poikilositosis berat, laju endap darah tidak cepat, karena pada keadaan-keadaan ini pembentukan rouleaux sukar terjadi. Pada polisitemia dimana jumlah eritrosit/µl darah meningkat, Laju Endap Darah (LED) normal.

Pembentukan rouleaux tergantung dari komposisi protein plasma. Peningkatan kadar fibrinogen dan globulin mempermudah pembentukan roleaux sehingga Laju Endap Darah (LED) cepat sedangkan kadar albumin yang tinggi menyebabkan Laju Endap Darah (LED) lambat.

Laju Endap Darah (LED) terutama mencerminkan perubahan protein plasma yang terjadi pada infeksi akut maupun kronik, proses degenerasi dan penyakit limfoproliferatif. Peningkatan laju endap darah merupakan respons yang tidak
spesifik terhadap kerusakan jaringan dan merupakan petunjuk adanya penyakit.

Bila dilakukan secara berulang laju endap darah dapat dipakai untuk menilai perjalanan penyakit seperti tuberkulosis, demam rematik, artritis dan nefritis. Laju Endap Darah (LED) yang cepat menunjukkan suatu lesi yang aktif, peningkatan Laju Endap Darah (LED) dibandingkan sebelumnya menunjukkan proses yang meluas, sedangkan Laju Endap Darah (LED) yang menurun dibandingkan sebelumnya menunjukkan suatu perbaikan.

Selain pada keadaan patologik, Laju Endap Darah (LED) yang cepat juga dapat dijumpai pada keadaan-keadaan fisiologik seperti pada waktu haid, kehamilan setelah bulan ketiga dan pada orang tua.

Dan akhirnya yang perlu diperhatikan adalah faktor teknik yang dapat menyebabkan kesalahan dalam pemeriksaan Laju Endap Darah (LED). Selama pemeriksaan tabung atau pipet harus tegak lurus; miring dapat menimbulkan kesalahan 30%. Tabung atau pipet tidak boleh digoyang atau bergetar, karena ini akan mempercepat pengendapan. Suhu optimum selama pemeriksaan adalah 20°C, suhu yang tinggi akan mempercepat pengendapan dan sebaliknya suhu yang rendah akan memperlambat. Bila darah yang diperiksa sudah membeku sebagian hasil pemeriksaan laju endap darah akan lebih lambat karena sebagian fibrinogen sudah terpakai dalam pembekuan. Pemeriksaan laju endap darah harus dikerjakan dalam waktu 2 jam setelah pengambilan darah, karena darah yang dibiarkan terlalu lama akan berbentuk sferik sehingga sukar membentuk rouleaux dan hasil pemeriksaan laju endap darah menjadi lebih lambat

sumber : www.kalbe.co.id