Diabetes Bukanlah Penyakit Gula Darah!

Diambil dari http://healindonesia.wordpress.com

Diabetes Bukanlah Penyakit Gula Darah!, Oleh: Ron Rosedale, MD

Seperti yang saya nyatakan sebelumnya dan satu konsep yang saya ingin semua orang ketahui untuk menyelamatkan ribuan atau bahkan jutaan nyawa adalah bahwa diabetes bukanlah penyakit gula darah, tapi merupakan penyakit insulin dan mungkin lebih penting lagi yaitu penyakit signal leptin. Dan ketika konsep ini mulai diketahui di komunitas medis, artikel-artikel seperti ini secara otomatis pasti akan terus dipublikasikan sehingga terungkaplah kekurangan pengobatan medis konvensional dalam mengatasi penyakit-penyakit kronis seperti misalnya diabetes dan penyakit jantung, serta kesalahan mereka tentang nutrisi.

Ciri khas dari perawatan konvensional adalah mengatasi gejala, dalam kasus ini berarti naiknya kadar gula darah dan bukannya fokus kepada penyebabnya. Gejala merupakan cara alam mengajarkan tubuh kita bagaimana caranya mengatasi suatu penyakit. Sebagai contoh, pilek adalah gejala yang dirancang untuk membersihkan hidung dan sinus dari virus dan bakteri ketika seseorang sedang “flu”. Minum decongestant akan menghalangi mekanisme tubuh kita dalam mengatasi infeksi tersebut dan dengan demikian akan memperpanjang infeksi.

Sama juga dengan perawatan yang berfokus semata-mata hanya untuk mengurangi kadar gula bagi diabetes dengan cara meningkatkan insulin, akan dapat memperparah diabetes itu sendiri dibandingkan jika kita mengobati masalah sesungguhnya, yaitu “miskomunikasi metabolik”. Penanganan seperti ini sama saja dengan lingkaran setan. Naiknya level insulin berhubungan dan bahkan menyebabkan:

  • penyakit jantung,
  • peripheral vascular,
  • stroke,
  • tekanan darah tinggi,
  • kanker,
  • kegemukan dan
  • masih banyak penyakit lainnya.

Sejak kebanyakan perawatan untuk diabetes (tipe 2, kebal insulin) menggunakan obat-obatan yang menaikkan insulin atau menyuntikkan insulin, hasilnya pun menjadi tragis, dimana perawatan medis konvensional malah menimbulkan beberapa efek samping dan memperpendek usia pasien.

Untuk Bisa Menang, Ketahuilah Musuhmu

Pengobatan konvensional tidaklah cocok untuk diabetes. Selama 2 milenium diabetes dianggap sebagai penyakit gula. Walaupun berabad-abad telah ada perkembangan ilmu pengetahuan seperti misalnya ditemukannya insulin dan akhir-akhir ini adalah ditemukannya leptin, tetap saja dunia medis konvensional tidak berubah. Sepertinya obat medis membuat sedikit atau bahkan tidak ada perubahan pada diabetes. Lebih jauh lagi, peran insulin yang sebenarnya dalam tubuh kita, telah disalahpahami secara luas di antara komunitas medis.

Peran Utama Insulin Bukanlah Untuk Menurunkan Kadar Gula Darah

Ini mungkin mengejutkan Anda, begitu juga dengan dokter Anda, bahwa peran utama insulin dalam tubuh kita bukanlah untuk mengendalikan kadar gula darah. Pengendalian gula darah pada umumnya ke arah atas, bukannya ke bawah. Beberapa jenis jaringan dan sel dalam tubuh kita seperti misalnya sel darah merah, memerlukan glukosa untuk energi (sisanya lebih cenderung membakar lemak atau ketone dari hasil metabolism lemak). Oleh karena itu adalah penting untuk selalu memiliki sedikit glukosa di dalam darah kita.

Dari sejak dahulu kala, trik alam adalah menjaga agar gula dalam darah tidak sampai terlalu rendah karena dulu tidak banyak ada gula. Kebanyakan tajin dan padi-padian yang akan diubah menjadi gula tidak bisa dicerna kecuali dimasak. Anda pasti akan memaksa rahang dengan keras untuk bisa mengunyah kentang yang tidak dimasak.

Sumber utama gula adalah dari buah-buahan dan biasanya tersedia secara musiman. Dan bahkan kita perlu bekerja dan berjuang untuk bisa mendapatkannya. Setelah itu, tubuh “membakar” gula dari buah yang kita makan serta tubuh kita otomatis menjaga gula tersebut untuk tidak naik terlalu tinggi. Hormon-hormon seperti cortisone, epinephrine, norepinephrine, glucagon, dan hormone pertumbuhan memastikan bahwa kita memiliki cukup glukosa bagi sel atau jaringan tubuh yang membutuhkannya.

Gula Darah Tinggi Jaman Dulu Jarang Ada Namun ketika kadar gula kita mulai naik, ini adalah suatu tanda bahwa kita telah memiliki energi yang lebih untuk bisa kita bakar dan dengan demikian, tubuh berpikir bahwa adalah ide yang baik jika tubuh menyimpan kelebihan yang ada. Boleh dikata, “agar tidak mubazir”, toh makanan tidak selalu tersedia. “Makan atau lapar” adalah hukum alam yang berlaku di sini.

Pada saat gula darah naik, ini adalah suatu tanda bagi insulin untuk terlepas dan mengarahkan kelebihan energi ke dalam penyimpanan. Sejumlah kecil tersimpan sebagai tajin yang disebut glycogen di dalam tubuh, tapi kebanyakan disimpan sebagai stok energi utama kita, yaitu lemak. Demikianlah kita tahu bahwa peran utama insulin bukanlah untuk menurunkan kadar gula darah, tapi untuk menyimpan kelebihan energi yang ada bagi keperluan di masa datang.

Insulin menurunkan kadar glukosa sebagai efek samping dari mengarahkan kelebihan energi ke penyimpanan. Peran insulin bahkan melangkah lebih jauh lagi dari itu. Insulin saat ini sedang diteliti dengan penuh perhatian oleh para ilmuwan yang mempelajari biologi penuaan. Telah ditemukan bahwa ketika insulin dipertahankan tetap rendah, baik itu dengan cara diet atau lewat manipulasi genetik pada hewan percobaan, ternyata mereka hidup lebih lama dan penuaanpun berkurang. Ini terbukti benar pada spesies hewan yang berbeda-beda, mulai dari sel tunggal ragi, kemudian cacing, lalat, dan sepertinya juga pada primata.

Kelihatannya, rendahnya insulin adalah suatu tanda bahwa energi yang ada adalah langka dan hewan perlu memfokuskan energi mereka untuk mempertahankan dan memperbaiki metabolisme mereka sendiri sehingga mereka bisa lebih lama bertahan hidup dan berkembangbiak. Jadi peran insulin adalah mengendalikan gula darah, menyimpan stok energi, dan juga mengatur tingkat penuaan termasuk gejala-gejala utama dari penuaan, seperti misalnya: diabetes, penyakit jantung, obesitas, osteoporosis, demensia, dan bahkan kanker.

Semua Penyakit Kronis Dikarenakan Oleh Karena Miskomunikasi Pesan di Dalam dan Di Antara Sel

Sebagaimana pernah saya nyatakan dalam artikel sebelumnya, semua penyakit kronis terjadi oleh karena adanya miskomunikasi pesan di dalam dan di antara sel. Tentu saja diabetes merupakan penyakit miskomunikasi pada insulin dan mengenal peran sebenarnya dari insulin bagi tubuh akan membantu kita untuk bisa menggali lebih dalam lagi akar permasalahan diabetes dan penyakit kronis lainnya.

Insulin Juga Belum Tentu Merupakan Hormon Paling Utama dalam Diabetes atau Penyakit Kronis Lainnya

Penghormatan paling utama jatuh pada leptin. Nampak sepertinya hormon leptin secara meluas bertanggung jawab terhadap keakuratan signal insulin dan menentukan apakah seseorang bakal kebal insulin (insulin resistant / diabetes tipe 2) atau tidak.

Leptin, hormon yang baru-baru ini ditemukan diproduksi dari lemak, berfungsi memberi informasi kepada tubuh dan otak tentang berapa banyak energi yang dimiliki, apakah perlu tambahan lagi (melalui rasa lapar) atau apakah perlu menghilangkan beberapa (stop rasa lapar), dan yang penting juga memberi informasi akan apa yang harus dilakukan dengan energi yang telah dimiliki (diproduksi kembali, meregulasi perbaikan sel atau tidak).

Penelitian penting baru-baru ini mengungkapkan 2 organ tubuh paling penting yang akan menentukan apakah seseorang menjadi diabetes (tipe 2) atau tidak adalah organ hati dan otak, dan itu pun bergantung dari kedua organ ini dalam “mendengar “ pesan dari leptin.

Leptin sangat mempengaruhi (jika tidak mengendalikan) fungsi dari hypothalamus dalam otak kita, termasuk:

  • Reproduksi,
  • Fungsi Thyroid,
  • Fungsi Adrenal dan,
  • Sistem syaraf simpatik.

Lemak dan leptin, sangat mempengaruhi peradangan kronis dan dengan demikian penyakit-penyakit yang berhubungan dengan hal ini adalah termasuk penyakit jantung, Alzheimer, dan diabetes. Sekarang telah nampak bahwa dalam kasus ini bukanlah otak yang mengendalikannya, tapi lemak melalui leptin yang berperan utama.

Sang Musuh Bukan Hanya Asing Bagi Komunitas Medis, Tapi Juga Tidak Dimengerti Sama Sekali

Tidaklah heran jika diabetes (tipe 2) tidak bisa ditaklukkan oleh medis konvensional.

Dari statistik yang ada, diabetes telah meningkat lebih dari 700% selama 50 tahun ini. Ini mengungkapkan 2 fakta yang sangat penting:

  • Diabetes bukanlah penyakit genetika karena statistik diambil dari tempat dengan generasi yang sama dan genetika yang sama.
  • Apa yang telah kita lakukan sudah jelas salah dan perlu dirubah.

Apa yang salah itu adalah diet (pola makan).

Adalah susah atau bahkan mustahil untuk membuktikan bahwa sesuatu itu benar. Namun tidaklah susah untuk membuktikan bahwa sesuatu itu salah. Selama 50 tahun, orang Amerika telah mengikuti (setidaknya sebagian) rekomendasi nutrisi yang pola makannya kaya akan karbohidrat kompleks dan rendah lemak jenuh dari:

  • American Dietetic Association,
  • American Heart Association, dan
  • American Diabetes Association

Ini merupakan kekonyolan karena kebanyakan dari karbohidrat kompleks tersebut, seperti misalnya kentang, nasi, sereal, pasta, dan roti dengan cepat diubah menjadi gula oleh tubuh dan kelebihan gula yang ada (glukosa) dengan cepat diubah menjadi asam lemah jenuh berantai panjang (palmitic acid; “palm oil”). Serentak dengan rekomendasi diet yang salah tersebut, tingkat diabetes dan obesitas jadi melambung tinggi dan menjadi salah satu epidemik dunia terburuk dari yang pernah ada.

Makan dengan pola tinggi karbohidrat “kompleks” dan rendah lemak jenuh untuk mencapai kesehatan yang baik dan umur panjang telah terbukti salah. Setidaknya ada sedikit akal sehat yang mengatakan pada kita untuk mencoba diet yang lain.

Diabetes adalah Penyakit Nutrisi dan Sains Nutrisilah yang Bisa Mengatasinya

Ilmu pengetahuan atau sains memberitahukan kepada kita bahwa kita harus memiliki pola makan atau diet yang memaksimalkan keakuratan penyampaian pesan insulin dan leptin kepada sel tubuh kita. Dan cara untuk supaya penyampaian pesan kedua hormone tersebut bisa “terdengar” dengan baik adalah dengan merendahkan level insulin dan leptin itu sendiri.

Itu berarti pola makan Anda haruslah menekankan pngkonsumsian lemak yang baik dan mengurangi karbohidrat non-serat/tajin sebagaimana tertulis di buku saya “The Rosedale Diet” dan buku Dr. Mercola, “Total Health Program“. Dengan melakukan hal tersebut akan meningkatkan dengan drastic bahkan menyembuhkan diabetes tipe 2, penyakit jantung, hipertensi, dan banyak penyakit kronis lainnya bahkan memperlambat penuaan itu sendiri, sebagaimana banyak dari pasien saya yang sanggup secara total menghentikan penggunaan obat-obatan mereka termasuk insulin. Dengan mengikuti panduan tadi, Anda (dan gen Anda), akan “menjadi yang terbaik dari apa yang Anda inginkan.”

Referensi: http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2005/05/31/diabetes-disease.aspx

KOMENTAR AWAN

Menaklukkan diabetes dengan teknik Ron Rosedale telah terbukti dari pengalaman saya sendiri. Tiap pasien diabetes yang saya rawat selalu saya berikan perbaikan nutrisi dan hasilnya sungguh mencengangkan dan lebih cepat dari yang saya duga.

Pernah saya memiliki pasien dengan diabetes tipe 2 yang kondisinya sangat parah. Sebut saja nama beliau adalah Bu Ani. Beliau adalah wanita berusia 70-an tahun, menderita diabetes selama 30-an tahun dan oleh karena diabetesnya, beliau buta selama belasan tahun. Untuk kebutaannya, Bu Ani telah dioperasi laser namun tidak ada perbaikan sama sekali pada kedua matanya. Selain itu, kondisi tubuh Bu Ani sangat lemah, tidak bisa bergerak kemana-mana, kurus, dan dalam sehari bisa mencret 7 kali. Sungguh keadaan yang menyedihkan.

Saya cek apa saja yang sebenarnya telah diberikan oleh dokter dan bagaimana dietnya. Saya mendapati bahwa apa yang dianjurkan oleh dokter adalah salah begitu juga dengan obat-obatan yang dikonsumsi. Jadi saya menganjurkan supaya keluarga Bu Ani jangan memberikan obat-obatan dokter lagi dan mengganti diet dokter dengan diet saya.

Mereka melakukan apa yang saya anjurkan dan tiga hari kemudian diarenya berhenti total dan sebulan kemudian ada perbaikan pada penglihatannya dan Bu Ani bisa bebas bergerak ke mana saja Bu Ani kehendaki.

Kemajuan yang dialami Bu Ani ini sungguh mengejutkan saya sendiri karena kalkulasi saya adalah jika beliau sudah 30-an tahun menderita diabetes dan kondisinya makin parah pada waktu itu, mungkin saya perlu waktu 6 bulan untuk memulihkannya. Tapi ternyata Bu Ani bisa pulih dalam waktu yang sangat cepat.

Sekarang bagi pembaca yang menderita diabetes atau mungkin Anda memiliki keluarga yang menderita diabetes, silahkan memilih perawatan manakah yang akan Anda ambil: perawatan medis dokter atau perawatan holistik modern.

Perawatan medis dokter didasarkan pada teknik buatan manusia sedangkan penyembuhan holistik modern didasarkan pada ilmu pengetahuan mengenai alam ciptaan Tuhan dan bagaimana memanfaatkannya.

Manakah yang Anda percaya paling manjur, alam ciptaan Tuhan atau obat-obatan buatan manusia?

KOMENTAR SAYA

Pengalaman saya seperti yang sudah saya tulis disini
dan disini setidaknya memberikan gambaran bahwa obat herbal mempunyai efek yang lebih baik dari obat dokter dalam kasus DM.

saya tidak berani menyalahkan obat dokter karena saya bukan peneliti ataupun ahlinya, saya hanya berkaca dari pengalaman. mertua saya, oang tua teman2 saya yang penderita DM selain mengkonsumsi obat dokter juga mengkonsumsi obat herbal seperti : teh cincau, biji mahoni, herbal dari sinshe, mahkota dewa dll. dan anda tau pola makan mereka?? mereka makan seperti biasa dan juga olahraga. rata rata mereka ini menderita DM lebih dari 15 tahun namun dengan pola makan tanpa diet dan belum terkena komplikasi sampe saat ini. bayangkan jika mereka juga diet dengan benar setidaknya mengurangi gula dan karbohidrat. sekarang anda bandingkan dengan orang2 yang anda kenal sudah menderita DM puluhan tahun tapi hanya mengkonsumsi obat dokter terutama yang tidak diet. bgmn kesehatan mereka setelah puluhan tahun menderita DM?

Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit tanpa ada obatnya..inilah yang saya pegang. artinya sebenarnya alam sudah memberikan obat untuk segala penyakit yang kita derita namun kebanyakan orang lebih percaya obat buatan manusia. saya hanya berharap selain mengkonsumsi obat dokter cobalah mengkonsumsi herbal yang cocok untuk penyakit tsb. seandainya ada progres yang bagus hendaknya konsumsi obat dokter yang dikurangi sampe benar2 lepas dari obat dokter tersebut.. tentu saja penggunaan baik obat dokter maupun herbal harus diawasi oleh ahlinya. janganlah mencoba sesuatu tanpa pengawasan dari ahlinya

Alangkah indahnya kalo dokter di Indonesia juga mulai melirik obat herbal yang dikombinasikan dengan obat buatan. juga alangkah baiknya penelitian2 tentang herbal alami dipublikasikan secara besar2an dan juga didukung pemerintah dengan lebih banyak dana yang dikeluarkan untuk penelitia lebih lanjut..

Mediabetea atau Teh Cincau

Cara pakai Jamu Godok ekonomis MEDIABETEA :
Pada bulan pertama rebuslah 2 bungkus MEDIABETEA (@30 gram) dengan 1,5 liter air sampai mendidih. Kemudian minum setiap harinya sebagai the. Tambahkan 1 liter air pada ampasnya, kemudian digodok ulang. Kemudian setiap 1 bulan sekali periksalah kembali kadar gula dalam tubuh Anda. Apabila kadar gula darah ANda sudah sedikit menurun, kurangilah mengkonsumsi obat dokter. Jamu ini dikonsumsi selama 4 bulan dan akan sembuh total. Selama mengkonsumsi jamu ini, tidak perlu pantang makan dan tidak ada efek samping. Selama mengkonsumsi jamu ini, warna air urine akan berwarna hitam keruh. Hal ini menandakan jamu MEDIABETEA ini bekerja aktif menormalkan kembali fungsi pancreas. Untuk penderita yang sudah lama mengidap diabetes, jamu MEDIABETEA diminum sebanyak 2 bungkus sehari.

Untuk pencegahan
Seminggu sekali 1 bungkus, diminum sepanjang hari sebagai teh.

Bagi anda yang yang menginginkan alamat penjual teh cincau ini saya dapat membantu

saya bukan penjual ten cincau, saya hanya sekedar membantu sesama penderita DM.

Kajian Aktivitas Antidiabetes Fraksi Air Herba Kemangi (Ocimum americanum L.) pada Mencit Swiss Webster Jantan

Diambila dari Sekolah Farmasi ITB   http://bahan-alam.fa.itb.ac.id

Judul Penelitian
Kajian Aktivitas Antidiabetes Fraksi Air Herba Kemangi (Ocimum americanum L.) pada Mencit Swiss Webster Jantan

Peneliti
Siti Anfaliah
Andreanus A. S
Irda Fidrianny

Abstrak
Telah diteliti aktivitas antidiabetes fraksi air herba kemangi dengan metode toleransi glukosa dan diabetes aloksan pada mencit Swiss Webster jantan, yang memiliki dua mekanisme berbeda. Dengan metode toleransi glukosa, fraksi air herba kemangi menunjukkan penurunan kadar glukosa darah bermakna (p<0,05) terhadap kontrol pada dosis 250 mg/kg bb mencit sebesar 37,2%, 51,7%, 35,5% dan 27,1% masing-masing pada 60, 90, 120, 150 menit setelah pemberian obat uji. Dengan metode diabetes aloksan, fraksi air herba kemangi 500 mg/kg bb menunjukkan kemampuan penurunan kadar glukosa darah mencit diabetes aloksan bermakna (p<0,05) terhadap kontrol sebesar 39,9%, 42,5%, dan 41,4% pada hari ke-6, 9, dan 12 setelah pemberian berulang obat uji. Fraksi air herba kemangi dosis tinggi (500 mg/kg bb) diduga lebih mampu meregenerasi sel-sel β pankreas yang rusak akibat induksi diabetes oleh aloksan.

Keterangan
Skripsi

Tahun
2007

Tempat Penelitian
Sekolah Farmasi ITB

Uji Farmakologi
Penelitian meliputi penyiapan bahan, ekstraksi dan fraksinasi kandungan flavonoid dari simplisia, uji aktivitas antidiabetes terhadap mencit.

Simplisia diekstraksi secara refluks dengan pelarut air dan dikeringbekukan. Larutan air difraksinasi dengan n-heksana dan etil asetat secara ekstraksi cair-cair. Dilakukan pemilihan fraksi dengan kandungan flavonoid tinggi menggunakan serbuk magnesium, amil alkohol, dan asam klorida:alkohol (1:1).

Metode diabetes aloksan dilakukan terhadap mencit normal, diberi fraksi air herba kemangi 250 dan 500 mg/kg bb sebagai bahan uji dan akarbose 6,5 mg/kg bb sebagai pembanding secara oral. Setelah 30 menit semua mencit diberikan glukosa 3 g/kg bb. Kadar glukosa darah diukur pada 60 menit selama 150 menit setelah pemberian obat selang 30 menit menggunakan alat ukur glukosa darah Smart Scan.

Metode diabetes aloksan terhadap mencit induksi aloksan, diberi fraksi air herba kemangi 250 dan 500 mg/kg bb dan glibenklamid 0,65 mg/kg bb sebagai pembanding diberikan berulang sekali setiap hari selama 12 hari. Kadar glukosa darah diukur tiap 30 menit selama 2 jam setelah pemberian obat dan pada hari ke-1, 3, 6, 9, dan 12 setelah perlakuan menggunakan alat ukur glukosa darah Smart Scan.

Pada kedua metode, parameter yang digunakan adalah kadar glukosa darah dan persen penurunannya. Data diolah secara statistik menggunakan ANOVA dan t-student (p<0,05) dan membandingkan terhadap kelompok kontrol (tanpa obat).

Dengan metode toleransi glukosa, fraksi air herba kemangi menunjukkan penurunan kadar glukosa darah bermakna (p<0,05) terhadap kontrol pada dosis 250 mg/kg bb mencit sebesar 37,2%, 51,7%, 35,5% dan 27,1% serta 41,2%, 43,1%, 26,7% dan 23,7% untuk dosis 500 mg/kg bb masing-masing pada 60, 90, 120, 150 menit setelah pemberian obat uji.
Dengan metode diabetes aloksan, fraksi air herba kemangi 500 mg/kg bb menunjukkan kemampuan penurunan kadar glukosa darah mencit diabetes aloksan bermakna (p<0,05) terhadap kontrol sebesar 39,9%, 42,5%, dan 41,4% pada hari ke-6, 9, dan 12 setelah pemberian berulang obat uji. Fraksi air herba kemangi dosis tinggi (500 mg/kg bb) diduga lebih mampu meregenerasi sel-sel β pankreas yang rusak akibat induksi diabetes oleh aloksan.

Perbandingan Glucometer Mandiri dengan Tes Lab

begitu divonis Diabetes saya berkeinginan beli glucometer. kondisi yang masih sakit akhirnya saya minta istri untuk beliin glucometer masalah merk terserah. waktu itu saya gak ngeh merk mana yang paling bagus karena belum searching (kebiasaan saya kalo udah beli baru cari pebanding…padahal harusnya cari pebanding dulu baru putuskan yang terbaik..). akhirnya dapet juga…karena rasa penasaran apakah glucometer yang saya beli akurat apa nggak iseng2 saya coba tes sendiri kemudian tes lagi di lab.

berikut ini hasil perbandingan yang saya lakukan

menurut customer service dari merk yang saya beli tingkat toleransinya adalah < 10% kalo lebih perlu dikalibrasi ulang..beberapa merk ada yang menjadualkan kalibrasi teratur tiap 6 bulan atau sesuai kebutuhan.

perbedaan dapat terjadi karena :

  1. sample darah yang diambil informasi lengkapnya dapat dilihat di http://rumahdiabetes.com/2008/06/alat-tes-gula-darah-penting-dalam-mengontrol-diabetes/
  2. jeda waktu pengambilan darah; saya biasanya melakukan tes sendiri dulu baru ke laboratorium untuk pembanding. selang waktunya sekitar setengah jam mulai dari rumah sampe diambil darah di lab.
  3. sample darah terkontaminasi alkohol, keringat, kotoran dsb; ini terjadi biasanya pada pengambilan darah dengan glucometer mandiri. pengalaman saya ukuran tidak akurat karena telapak tangan basah krn keringat atau alkohol belum kering. kalo saya ragu2 dengan hasilnya biasanya saya ulang untuk yang kedua kalinya untuk memastikan hasilnya

semoga artikel ini dapat bermanfaat….

TES GULA DARAH SAYA

Ini adalah tes gula darah saya selama hampir 2 bulan mengkonsumsi teh mediabetea. obat dokter hanya saya minum 2 minggu setelah itu saya lepas.mudah mudahan progres saya semakin baik. goal saya adalah sembuh dari penyakit diabetes ini.

saya juga melakukan tes gula sewaktu untuk memantau perkembangan gula darah saya. biasanya saya melakukan karena penasaran apabila telah makan atau melakukan sesuatu bagaimana reaksi gula darah saya. gambar berikut merupakan tes gula darah sewaktu dengan glucometer sendiri

kalo dilihat dari tes gula sewktu saya ternyata pas bulan ramadhan gula darah saya relatif stabil. inilah berkah puasa..makan teratur, pola makan terkontrol. tapi pas mudik danlebaran saya gak bisa menghindar dari masakan rumah orang tua maupun mertua yang kalo masak pasti pake gula pasir banyak dan bumbu penyedap…aduuhhh belum lagi ketupat dan opor ayam serta sambal goreng ati, meskipun saya makan semua itu wajar tapi untung saja gula darah sewaktu masih di bawah 200 mg/dl