Mediabetea atau Teh Cincau Oktober 17, 2008
Posted by jakapantura in herbal.Tags: cincau, mediabetea
115 comments
Cara pakai Jamu Godok ekonomis MEDIABETEA :
Pada bulan pertama rebuslah 2 bungkus MEDIABETEA (@30 gram) dengan 1,5 liter air sampai mendidih. Kemudian minum setiap harinya sebagai the. Tambahkan 1 liter air pada ampasnya, kemudian digodok ulang. Kemudian setiap 1 bulan sekali periksalah kembali kadar gula dalam tubuh Anda. Apabila kadar gula darah ANda sudah sedikit menurun, kurangilah mengkonsumsi obat dokter. Jamu ini dikonsumsi selama 4 bulan dan akan sembuh total. Selama mengkonsumsi jamu ini, tidak perlu pantang makan dan tidak ada efek samping. Selama mengkonsumsi jamu ini, warna air urine akan berwarna hitam keruh. Hal ini menandakan jamu MEDIABETEA ini bekerja aktif menormalkan kembali fungsi pancreas. Untuk penderita yang sudah lama mengidap diabetes, jamu MEDIABETEA diminum sebanyak 2 bungkus sehari.
Untuk pencegahan
Seminggu sekali 1 bungkus, diminum sepanjang hari sebagai teh.
Bagi anda yang yang menginginkan alamat penjual teh cincau ini saya dapat membantu
saya bukan penjual ten cincau, saya hanya sekedar membantu sesama penderita DM.
Kajian Aktivitas Antidiabetes Fraksi Air Herba Kemangi (Ocimum americanum L.) pada Mencit Swiss Webster Jantan Oktober 17, 2008
Posted by jakapantura in Kesehatan, diabetes, herbal.Tags: diabetes, glukosa, kemangi
add a comment
Diambila dari Sekolah Farmasi ITB http://bahan-alam.fa.itb.ac.id
Judul Penelitian
Kajian Aktivitas Antidiabetes Fraksi Air Herba Kemangi (Ocimum americanum L.) pada Mencit Swiss Webster Jantan
Peneliti
Siti Anfaliah
Andreanus A. S
Irda Fidrianny
Abstrak
Telah diteliti aktivitas antidiabetes fraksi air herba kemangi dengan metode toleransi glukosa dan diabetes aloksan pada mencit Swiss Webster jantan, yang memiliki dua mekanisme berbeda. Dengan metode toleransi glukosa, fraksi air herba kemangi menunjukkan penurunan kadar glukosa darah bermakna (p<0,05) terhadap kontrol pada dosis 250 mg/kg bb mencit sebesar 37,2%, 51,7%, 35,5% dan 27,1% masing-masing pada 60, 90, 120, 150 menit setelah pemberian obat uji. Dengan metode diabetes aloksan, fraksi air herba kemangi 500 mg/kg bb menunjukkan kemampuan penurunan kadar glukosa darah mencit diabetes aloksan bermakna (p<0,05) terhadap kontrol sebesar 39,9%, 42,5%, dan 41,4% pada hari ke-6, 9, dan 12 setelah pemberian berulang obat uji. Fraksi air herba kemangi dosis tinggi (500 mg/kg bb) diduga lebih mampu meregenerasi sel-sel β pankreas yang rusak akibat induksi diabetes oleh aloksan.
Keterangan
Skripsi
Tahun
2007
Tempat Penelitian
Sekolah Farmasi ITB
Uji Farmakologi
Penelitian meliputi penyiapan bahan, ekstraksi dan fraksinasi kandungan flavonoid dari simplisia, uji aktivitas antidiabetes terhadap mencit.
Simplisia diekstraksi secara refluks dengan pelarut air dan dikeringbekukan. Larutan air difraksinasi dengan n-heksana dan etil asetat secara ekstraksi cair-cair. Dilakukan pemilihan fraksi dengan kandungan flavonoid tinggi menggunakan serbuk magnesium, amil alkohol, dan asam klorida:alkohol (1:1).
Metode diabetes aloksan dilakukan terhadap mencit normal, diberi fraksi air herba kemangi 250 dan 500 mg/kg bb sebagai bahan uji dan akarbose 6,5 mg/kg bb sebagai pembanding secara oral. Setelah 30 menit semua mencit diberikan glukosa 3 g/kg bb. Kadar glukosa darah diukur pada 60 menit selama 150 menit setelah pemberian obat selang 30 menit menggunakan alat ukur glukosa darah Smart Scan.
Metode diabetes aloksan terhadap mencit induksi aloksan, diberi fraksi air herba kemangi 250 dan 500 mg/kg bb dan glibenklamid 0,65 mg/kg bb sebagai pembanding diberikan berulang sekali setiap hari selama 12 hari. Kadar glukosa darah diukur tiap 30 menit selama 2 jam setelah pemberian obat dan pada hari ke-1, 3, 6, 9, dan 12 setelah perlakuan menggunakan alat ukur glukosa darah Smart Scan.
Pada kedua metode, parameter yang digunakan adalah kadar glukosa darah dan persen penurunannya. Data diolah secara statistik menggunakan ANOVA dan t-student (p<0,05) dan membandingkan terhadap kelompok kontrol (tanpa obat).
Dengan metode toleransi glukosa, fraksi air herba kemangi menunjukkan penurunan kadar glukosa darah bermakna (p<0,05) terhadap kontrol pada dosis 250 mg/kg bb mencit sebesar 37,2%, 51,7%, 35,5% dan 27,1% serta 41,2%, 43,1%, 26,7% dan 23,7% untuk dosis 500 mg/kg bb masing-masing pada 60, 90, 120, 150 menit setelah pemberian obat uji.
Dengan metode diabetes aloksan, fraksi air herba kemangi 500 mg/kg bb menunjukkan kemampuan penurunan kadar glukosa darah mencit diabetes aloksan bermakna (p<0,05) terhadap kontrol sebesar 39,9%, 42,5%, dan 41,4% pada hari ke-6, 9, dan 12 setelah pemberian berulang obat uji. Fraksi air herba kemangi dosis tinggi (500 mg/kg bb) diduga lebih mampu meregenerasi sel-sel β pankreas yang rusak akibat induksi diabetes oleh aloksan.
Perbandingan Glucometer Mandiri dengan Tes Lab Oktober 17, 2008
Posted by jakapantura in diabetes.Tags: diabetes, Add new tag, glucometer
add a comment
begitu divonis Diabetes saya berkeinginan beli glucometer. kondisi yang masih sakit akhirnya saya minta istri untuk beliin glucometer masalah merk terserah. waktu itu saya gak ngeh merk mana yang paling bagus karena belum searching (kebiasaan saya kalo udah beli baru cari pebanding…padahal harusnya cari pebanding dulu baru putuskan yang terbaik..). akhirnya dapet juga…karena rasa penasaran apakah glucometer yang saya beli akurat apa nggak iseng2 saya coba tes sendiri kemudian tes lagi di lab.
berikut ini hasil perbandingan yang saya lakukan

menurut customer service dari merk yang saya beli tingkat toleransinya adalah < 10% kalo lebih perlu dikalibrasi ulang..beberapa merk ada yang menjadualkan kalibrasi teratur tiap 6 bulan atau sesuai kebutuhan.
perbedaan dapat terjadi karena :
- sample darah yang diambil informasi lengkapnya dapat dilihat di http://rumahdiabetes.com/2008/06/alat-tes-gula-darah-penting-dalam-mengontrol-diabetes/
- jeda waktu pengambilan darah; saya biasanya melakukan tes sendiri dulu baru ke laboratorium untuk pembanding. selang waktunya sekitar setengah jam mulai dari rumah sampe diambil darah di lab.
- sample darah terkontaminasi alkohol, keringat, kotoran dsb; ini terjadi biasanya pada pengambilan darah dengan glucometer mandiri. pengalaman saya ukuran tidak akurat karena telapak tangan basah krn keringat atau alkohol belum kering. kalo saya ragu2 dengan hasilnya biasanya saya ulang untuk yang kedua kalinya untuk memastikan hasilnya
semoga artikel ini dapat bermanfaat….









