Laju Endap Darah Januari 28, 2009
Posted by jakapantura in Uncategorized.trackback
selasa kemarin dapet hasil Medical Check Up (MCU) dari askes yang kerjasama dengan kantor saya yang dilaksanakan tanggal 21 desember 2008. lumayan gratis trus check up nya lumayan lengkap. pas diliat Alhamdulillah normal semua. untuk gula darah puasa 120 mg/dl..gapapa wes lha wong makan saya mulai rusuh lagi. Mediabetea mulai hari ini saya kurangi jadi seminggu 2 kali aja. soalnya sudah 4 bulan semenjak lepas obat dokter dan gula darah rata2 normal. untuk ginjal juga normal..kolesterol yang agak tinggi 200an..maklum gorengan hampir tiap hari..ikan, cumi, udang juga sering..he..he..harus dikurangi nih makan2an gitu…
semenjak gula darah normal saya mulai bandel lagi dalam makan..emang susah kalo lagi sakit disiplinnya minta ampun..begitu mulai normal mulai dehh…namun ada satu yang belumsaya tahu yaitu Laju Endap Darah. di pemeriksaan nilainya diatas normal yaitu 20..dengan batas normal dibawah 15. saya tanya temen yang dokter katanya mungkin ada infeksi kronis. wahh..kok gitu??
daripada penasaran akhirnya tanya sama mbah gogle..trus didapet ini
Mungkin pada suatu hari anda pernah sekedar mengalami demam menderita penyakit typhus atau demam berdarah yang mengharuskan anda memeriksakan darah ke laboratorium, lalu pada hasilnya anda mendapati kriteria Laju Endap Darah (LED) di situ. Apakah yang dimaksud Laju Endap Darah (LED) itu? Mari kita cermati pembahasan berikut.
Laju endap darah
Laju Endap Darah (LED) atau dalam bahasa inggrisnya Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) merupakan salah satu pemeriksaan rutin untuk darah. Proses pemeriksaan sedimentasi (pengendapan) darah ini diukur dengan memasukkan darah kita ke dalam tabung khusus selama satu jam. Makin banyak sel darah merah yang mengendap maka makin tinggi Laju Endap Darah (LED)-nya.
Tinggi ringannya nilai pada Laju Endap Darah (LED) memang sangat dipengaruhi oleh keadaan tubuh kita, terutama saat terjadi radang. Namun ternyata orang yang anemia, dalam kehamilan dan para lansia pun memiliki nilai Laju Endap Darah yang tinggi. Jadi orang normal pun bisa memiliki Laju Endap Darah tinggi, dan sebaliknya bila Laju Endap Darah normalpun belum tentu tidak ada masalah. Jadi pemeriksaan Laju Endap Darah masih termasuk pemeriksaan penunjang, yang mendukung pemeriksaan fisik dan anamnesis dari sang dokter.
Namun biasanya dokter langsung akan melakukan pemeriksaan tambahan lain, bila nilai Laju Endap Darah di atas normal. Sehinggai mereka tahu apa yang mengakibatkan nilai Laju Endap Darahnya tinggi. Selain untuk pemeriksaan rutin, Laju Endap Darah pun bisa dipergunakan untuk mengecek perkembangan dari suatu penyakit yang dirawat. Bila Laju Endap Darah makin menurun berarti perawatan berlangsung cukup baik, dalam arti lain pengobatan yang diberikan bekerja dengan baik.
Pada kasus dengan keluhan gampang lelah dan pandangan berkunang-berkunang, kemungkinan besar diagnosisnya anemia. Biasanya didukung dengan nilai Hemoglobin (Hb) yang rendah. Untuk penanganannya, anemia harus diidentifikasikan dahulu apakah Hb yang turun akibat dari Zat Besi (Fe) yang turun, atau komponen Hb yang lain yang turun? (Misalnya globin-nya/protennya).
Bila memang Fe-nya yang turun tentunya harus cukup mengkonsumsi tablet besi (Sulfusferrosus). Sekarang bentuknya tablet berbagai ragam. Ada yang disatukan dengan Effervescent, atau dengan Vitamin B, dan sebagainya. Sedangkan bila kadar proteinnya yang turun, tentunya harus konsumsi makanan atau minuman tinggi protein. Ini pun bentuknya sudah beragam, ada yang berbentuk susu, berbentuk minuman bertenaga dan yang paling banyak mungkin berbentuk makanan lauk-pauk sehari-hari.
_____________________________
PEMBAHASAN TEKNIS
Proses pengendapan darah terjadi dalam 3 tahap yaitu tahap pembentukan rouleaux, tahap pengendapan dan tahap pemadatan. Di laboratorium cara untuk memeriksa Laju Endap Darah (LED) yang sering dipakai adalah cara Wintrobe dan cara Weetergren. Pada cara Wintrobe nilai rujukan untuk wanita 0 — 20 mm/jam dan untuk pria 0 — 10 mm/jam, sedang pada cara Westergren nilai rujukan untuk wanita 0 — 15 mm/jam dan untuk pria 0 — 10 mm/jam.
Laju endap darah
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Laju Endap Darah (LED) adalah faktor eritrosit, faktor plasma dan faktor teknik. Jumlah eritrosit/ul darah yang kurang dari normal, ukuran eritrosit yang lebih besar dari normal dan eritrosit yang mudah beraglutinasi akan menyebabkan Laju Endap Darah (LED) cepat. Walau pun demikian, tidak semua anemia disertai Laju Endap Darah (LED) yang cepat. Pada anemia sel sabit, akantositosis, sferositosis serta poikilositosis berat, laju endap darah tidak cepat, karena pada keadaan-keadaan ini pembentukan rouleaux sukar terjadi. Pada polisitemia dimana jumlah eritrosit/µl darah meningkat, Laju Endap Darah (LED) normal.
Pembentukan rouleaux tergantung dari komposisi protein plasma. Peningkatan kadar fibrinogen dan globulin mempermudah pembentukan roleaux sehingga Laju Endap Darah (LED) cepat sedangkan kadar albumin yang tinggi menyebabkan Laju Endap Darah (LED) lambat.
Laju Endap Darah (LED) terutama mencerminkan perubahan protein plasma yang terjadi pada infeksi akut maupun kronik, proses degenerasi dan penyakit limfoproliferatif. Peningkatan laju endap darah merupakan respons yang tidak
spesifik terhadap kerusakan jaringan dan merupakan petunjuk adanya penyakit.
Bila dilakukan secara berulang laju endap darah dapat dipakai untuk menilai perjalanan penyakit seperti tuberkulosis, demam rematik, artritis dan nefritis. Laju Endap Darah (LED) yang cepat menunjukkan suatu lesi yang aktif, peningkatan Laju Endap Darah (LED) dibandingkan sebelumnya menunjukkan proses yang meluas, sedangkan Laju Endap Darah (LED) yang menurun dibandingkan sebelumnya menunjukkan suatu perbaikan.
Selain pada keadaan patologik, Laju Endap Darah (LED) yang cepat juga dapat dijumpai pada keadaan-keadaan fisiologik seperti pada waktu haid, kehamilan setelah bulan ketiga dan pada orang tua.
Dan akhirnya yang perlu diperhatikan adalah faktor teknik yang dapat menyebabkan kesalahan dalam pemeriksaan Laju Endap Darah (LED). Selama pemeriksaan tabung atau pipet harus tegak lurus; miring dapat menimbulkan kesalahan 30%. Tabung atau pipet tidak boleh digoyang atau bergetar, karena ini akan mempercepat pengendapan. Suhu optimum selama pemeriksaan adalah 20°C, suhu yang tinggi akan mempercepat pengendapan dan sebaliknya suhu yang rendah akan memperlambat. Bila darah yang diperiksa sudah membeku sebagian hasil pemeriksaan laju endap darah akan lebih lambat karena sebagian fibrinogen sudah terpakai dalam pembekuan. Pemeriksaan laju endap darah harus dikerjakan dalam waktu 2 jam setelah pengambilan darah, karena darah yang dibiarkan terlalu lama akan berbentuk sferik sehingga sukar membentuk rouleaux dan hasil pemeriksaan laju endap darah menjadi lebih lambat
sumber : www.kalbe.co.id










Saya perempuan berusia 23 tahun. Sekitar 1 bulan yang lalu saya melakukan general check up. ternyata untuk hasil LED saya cukup tinggi, yakni 55. 1 bulan kemudian saya tahu dengan hasilnya..agak heran dan bingung apa yang mnyebabkan LED saya tinggi, padahal saya merasa sehat2 saja. sama sekali tidak ada keluhan. Kemudian untuk meperbaikinya saya konsultasi ke dokter. dokter meminta untuk check lagi. Tetapi LED saya masih tetap tinggi. dokternya pun bingung karena saya pun tidak ada keluhan. Yg saya mau tanyakan bagaimana menurunkan LED??Thanks..
@ ana : apakah anda sudah cek selain LED anda apa ada yag lain yang diatas normal?..coba anda cek satu per satu hasil general check up anda. untuk menurunkan LED saya tidak berani menyarankan obat ataupun herbal kena saya tidak tahu penyebab LED anda tinggi. pada waktu ke dokter apa anda bawa hasil check up anda?atau hanya bilang LED anda tinggi?menurut artikel2 yang saya baca LED tinggi merupakan indikator yang digunakan dokter
untuk menduga suatu penyakit yang menyebabkan terjadinya peningkatan
viskositas/kekentalan darah dimana semakin kental darah maka nilai LED
akan meningkat…
kekentalan darah/LED dapat meningkat pada keadaan infeksi tertentu
terutama infeksi yang menyebabkan kadar leukosit/sel darah putih
meningkat, dan kehaamilan karena pada kehamilan juga terjadi
peningkatan komponen darah akibat pengaruh hormonal…
pada kehamilan peningkatan LED adalah normal dan tidak perlu
diturunkan…tetapi bila peningkatannya sangat tinggi baru
dipertimbangkan faktor apa yang mempengaruhinya…(http://health.groups.yahoo.com).
saran saya : coba anda teliti lagi adakah selain LED yang diatas normal di general check up anda?. konsultasikan kepada dokter penyakit dalam atau ahlinya. bila perlu lakukan general check up ulang atau cek darah lainnya yang disarankan dokter.
sebenarnya saya bukan ahli dalam hal kesehatan hanya seseorang yang mencoba berbagi pengetahuan aja..mohon maaf kalo jawaban saya salah.
selamat siang pak, perkenalkan saya fajar (PNS). saya ingin konsultasi mengenai hasil cek lab darah anak saya.
anak saya usia 6 bulan, semalem melakukan cek laboratorium darah lengkap dengan hasil sbb :
Laju Endap Darah : 40
Hemoglobin : 9,9
Leukosit : 16.100
Hematokrit : 30
Trombosit : 356.000
Hitung jenis Lekosit
Basofil : 0
Eosinofil : 1
N. Batang : 1
N. Segmen : 30
Limfosit : 60
Monosit : 8
berhubung konsultasi dokter masih hari jumat, saya ingin mencari referensi mengenai hasil tersebut.(harap maklum anak pertama jd agak kuatir)
Pertanyaannya :
1. Secara garis besar gimana kondisi anak saya?
2. Bila kondisi darah seperti diatas, ada kemungkinan penyakit apa yang diderita anak saya?
3. Untuk sementara apa yang harus saya lakukan terhadap anak saya?
sebelumnya terima kasih atas bantuannya..
@ Fajar : selamat siang juga Pak..mohon maaf saya tidak bisa memberi jawaban karena saya bukan ahlinya..saya hanya sharing pengetahuan saja..kalo masalah diabetes mungkin saya bisa bantu..namun menurut saya selama hasil lab. masih diantara batas yang disyaratkan berarti kan gak apa2, yang perlu dicermati hasil yang diatas atau dibawah batas normalnya..kalo bapak mau bisa bergabung dengan milis Sehat di yahoo.groups. disana ada banyak dokter yang bisa bantu menjawab sehingga bisa jadi second opinion.
siang pak,,
perkenalkan nama saya indah..
gini pak sya mau ikutan sharing aja mungkin bapak bisa bantu saya, ini masih mengenai LED pak.. jadi gini suami 2 bulan yg lalu suami sy medical check up d prodia jogja.. semua hasil lab nya itu normal pak, tapi LED nya 37, lalu dikasih obat lah sama dokter pemeriksaan kedua 20 kemudian karena turun sama si dokter dikasih lah obat yang sama check berikut nya malah naik 37, kemudian check lagi 45 truss naik sampe d angka 80 truss sekarang turun lagi sampe ke angka 45.. masalahnya gini pak, LED suami saya harus normal kalau tidak dari prodia tidak mau mengeluarkan surat keterangan sehat untuk suami saya .. padahal itu salah satu persyaratan dari perusahaan…. klo surat itu blm keluar ya suami saya belum bisa kerja d perusahaan itu.. padahal kurang satu aja LED… oh my god help me pak,, saya sampe stress dibuatnya….mungkin bapak punya solusi buat kami.. truss saya baca d artikle bapak mengenain ” rimpang jahe merah dapat menurunkan LED ” ini apakah benar klo iya sy bisa dpt dimana pak .. terima kasih
@ indah : ibu..pertama saya mohon maaf karena bukan ahli jadi apa yg saya sampaikan adalah pendapat pribadi…masalah menurunkan LED saya kira banyak obat ataupun suplemen yang dijual di pasaran..tinggal milih aja tentunya setelah berkonsultasi dgn yang ahli, nyatanya dokter pernah ngasih obat dan LED suami ibu turun kan…diatas diterangkan LED tinggi terjadi karena bla bla bla…nah saya kira ibu perlu mencari penyebab LED tinggi bukan mencari cara menurunkan LED..sembuhkan penyebabnya tentu otomatis akan menyembuhkan gejalanya..maksud saya lebih baik ibu dan suami konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam untuk cek lab. lebih dalam..saya tidak tau apa cek lab. yg dilakukan suami ibu apa detail seluruhnya atau cuman garis besarnya saja..dari situ kan akan ketauan penyeban LED tinggi..
juga hindari pantangan2 untuk orang2 yg LED tinggi..seperti gorengan..saya diberitahu dokter kalopun mau gorengan mending goreng sendiri dengan minyak zaitun..kalo terlalu mahal bisa diganti minyak kelapa (bukan sawit)..biasanya harganya lebih mahal dari minyak sawit..saya pake yg merk B**co
semoga membantu
saya baru konsul kemarin dengan dokter internist, memang ditemukan LED saya 85 dan beliau bilang harus di cek penyebabnya dengan berbagai test lanjutan. Pertanyaan saya, apa ada obat sementara yang bisa membuat kadar LED lebih turun? karena saya tidak merasakan gejala apa2 dan saya juga tidak diberikan detail hasil test sebelumnya karena untuk keperluaan perusahaan.
saya mau tanya,klo LED sy 27 apa masih dlm batas normal atau sudah tinggi? sementara hasil test urin menunjukan ada samar darah +2,gimana sebaiknya? apakah saya harus menurunkan LED saya?