Spirulina..

“Usia dr Ady Sucipto MPH masih muda ketika letih, mengantuk, keringat mengucur, dan pandangan mulai kabur menghampirinya. Saat itu ia menjelang 40 tahun. Dokter di Surakarta, Jawa Tengah, itu menyangka akibat kelelahan mengurus pasien. Biang kerok semua gangguan kesehatan itu kadar gula darah melebihi ambang batas, 300 mg/dl. Untuk mengatasi diabetes mellitus, ia mengkonsumsi 1 tablet diamicron 3 kali sehari.”

Sepuluh tahun kemudian, kadar gula darah membumbung, 500 mg/dl. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro itu menolak penggunaan insulin yang dalam pemberiannya harus disuntikkan. Musabanya, ia takut jarum suntik. Rekannya, sesama dokter, akhirnya mengganti obat untuk menanggulangi penyakit kencing manis yang diidapnya. Berbagai obat diminum setiap hari sebagai pengganti insulin.

Efek mengkonsumsi obat kimia tampak 10 tahun kemudian. Hasil laboratorium menunjukkan, nilai protein urine Ady positif 4. Padahal, seharusnya negatif. Artinya ginjal tak mampu menyaring protein darah. Tekanan darah sang dokter melonjak 190 mmHg, nilai kadar gula 400 mg/dl dengan kadar insulin kurang dari 3, di bawah kadar normal 3-20.

Lantaran obat kimia tak mampu menyembuhkan, Ady melirik spirulina. Semula ia ragu spirulina mampu menuntaskan penyakit. Ia berpendapat, Kemungkinan besar malah merusak ginjal karena mengandung garam, katanya. Untuk meyakinkan, ia berkorespondensi dengan Bob Capelli, vice president Cyanotech di Kailua, Hawaii, Amerika Serikat. Cyanotech produsen terbesar spirulina di dunia dengan produksi 30 ton per bulan.

Ketika berselancar di dunia maya, Ady Sucipto memperoleh informasi penting. Protein nabati dalam spirulina berisi asam amino yang tidak membebani fungsi ginjal, malah memperbaikinya. Selain itu spirulina juga meningkatkan fungsi pankreas untuk menghasilkan insulin.

Terbukti klinis

Mulailah Ady Sucipto mengkonsumsi 5 tablet spirulina 2 kali sehari. Tubuh lebih bugar. Selama 1,5 tahun mengkonsumsi spirulina, tak ada keluhan yang dirasakan berkaitan dengan diabetes dan hipertensi. Ia penasaran sehingga mengecek darah ke laboratorium. Hasilnya, menggembirakan. Kadar gula dalam darah 127 mg/dl, kadar insulin darah 12, dan nilai protein urin negatif. Kesimpulannya dr Ady sembuh diabetes tanpa harus disuntik insulin.

Sembuhnya sang dokter dari diabetes banyak dibuktikan oleh periset seperti Takai. Seperti dikutip Japan Society for Nutrition Food Science, ahli nutrisi itu menyatakan, spirulina efektif menurunkan serum glukosa puasa dan glukosa makan. Studi klinis melibatkan 15 pasien diabetes. Penurunan gula darah puasa signifi kan setelah 21 hari mengkonsumsi 2 gram spirulina per hari.

Dalam uji praklinis, spirulina terbukti tokcer menurunkan tekanan darah pada tikus. Begitulah hasil riset Iwata K dari Kagawa Nutrition University, Jepang. Yang paling berpengaruh dalam penurunan tekanan darah adalah asam araknoidat dan nitrat oksida yang menghasilkan cyclooksigenase, pengatur sirkulasi darah.

Asam lemak GLA (gamma linoleic acid) dalam spirulina juga berpengaruh, kata Prof I Nyoman Kabinawa, periset spirulina di Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi-LIPI. GLA merangsang hormon prostaglandin yang mengontrol tekanan darah, sintesis kolesterol, inflamasi, dan pembelahan sel.

Earl Mindell RPh PhD, profesor nutrisi di Pacifi c Western University, Amerika Serikat, mengungkapkan spirulina sumber klorofil tertinggi yang kaya mineral seperti besi, kalsium, seng, potasium, dan magnesium. Vitamin A, B kompleks, dan fenilalanin, menekan selera makan sehingga konsumsi gula dari karbohidrat kompleks dapat dikurangi. Alga mikro itu juga mengandung protein densitas tinggi dan karbohidrat sederhana yang menghasilkan energi tanpa memerlukan insulin berlebihan untuk mencernanya. Dengan begitu, kadar gula darah tetap terkontrol.

Myoma

Spirulina tak hanya menyembuhkan diabetes mellitus. Ratna Tanudjadja di Jakarta menderita myoma. Hasrat sembuh mendorong Ratna mengkonsumsi spirulina cair 3 kali sehari masing-masing satu sachet isi 10 ml. Sebulan berselang, nyeri saat menstruasi mereda. Hasil pemeriksaan ulang, ukuran myoma di rahimnya hilang sama sekali. Menurut Richard Kozlenko DPM PhD MPH, ahli biokimia nutrisi dari University of South Carolina, spirulina menghambat tumor dan kanker. Myoma salah satu tumor karena pertumbuhan sel otot rahim tidak terkontrol. Kelainan pertumbuhan sel itu disebabkan oleh rusaknya DNA. Biasanya kerusakan DNA diperbaiki oleh enzim endonukleus. Radikal bebas menonaktifk an aktivitas enzim itu sehingga memicu tumor. Polisakarida spirulina meningkatkan aktivitas enzim endonukleus dan memperbaiki sintesis DNA.

Peneliti-peneliti lain membuktikan, kalsium-spirulan atau ekstrak air spirulina yang telah dimurnikan bersifat antivirus. Senyawa itu molekul gula terpolimerisasi yang mengandung sulfur dan kalsium. Hamster yang diberi ekstrak spirulina, lebih tahan terhadap infeksi virus herpes. Uji antiviral juga dilakukan pada sel manusia dan kera yang dikulturkan pada media. Kedua sel itu kemudian diinfeksi oleh virus HIV-1, herpes simpleks, sitomegalovirus, influenza. Hasilnya, perkembangan keenam virus itu terhambat.

Menurut Richard sebelum menyerang virus menempelkan dirinya pada membran sel. Kemudian virus menembus membran dan menginfeksi sel. Berkat spirulina, membran sel tubuh menguat sehingga virus gagal menembus membran. Sel tubuh pun aman dari infeksi. Karena tidak mendapatkan inang, virus tak bisa memperbanyak diri. Akibatnya, ia terbunuh oleh sistem kekebalan tubuh.

Dengan efek terapi seperti itu, spirulina berpotensi untuk mengobati AIDS. Maraknya penelitian keampuhan spirulina menyembuhkan berbagai penyakit, membuat beberapa dokter tak segan menyarankan spirulina untuk pengobatan. Dr Zen Djaja MD, di Malang, Jawa Timur, sejak 2 tahun lalu meresepkan spirulina. Ia mengatakan, spirulina bermanfaat untuk pemulihan banyak penyakit, terutama yang berkaitan dengan degeneratif (menurunnya fungsi-fungsi sel).

Kandungan gizinya amat lengkap, ia juga kaya vitamin, mineral, protein, dan sebagai sumber klorofil, katanya. Protein yang lengkap dengan asam amino esensial berfungsi untuk membangun sel-sel tubuh.

Uji klinis menunjukkan spirulina ampuh mengatasi kolesterol tinggi. Tanaman bersel satu itu digunakan sebagai diet para pekerja berkadar kolesterol tinggi, hipertensi ringan, dan hiperlipidemia. Dosis konsumsi 4,2 g serbuk spirulina setara 8 tablet per hari. Sebulan kemudian, kadar kolesterol darah turun 4,5% dari 244 menjadi 233. Kadar Low Density Lipoprotein (LDL) kolesterol turun 6,1%. Periset Universitas Tokai, Jepang, yang menguji klinis menyimpulkan spirulina menurunkan kadar kolesterol darah sehingga sangat baik untuk penyakit jantung dan arteriosklerosis.

Hasil uji prakinis di Jepang membuktikan anggota famili Cyanophyceae itu mengurangi keracunan ginjal terhadap logam berat merkuri dan beberapa antibiotik. Riset diarahkan pada dua indikator yaitu nitrogen darah dalam bentuk urea dan serum kreatin. Bila tikus percobaan diberi 30% spirulina, nitrogen darah dan serum kreatin menurun secara drastis. Bahkan setelah tikus-tikus percobaan diinjeksi dengan dosis merkuri tinggi, nitrogen darah bertambah 310%. Setelah diberikan spirulina, beberapa jam kemudian nitrogen darah turun menjadi 209%. Begitu juga serum kreatin, dari 198% turun menjadi 157.

Keunggulan spirulina asam nukleatnya lebih rendah ketimbang bakteri. Jadi tidak menyebabkan penyakit ginjal, ujar peneliti alga Pusat penelitian dan pengembangan Oseanologi Drs Sutomo MSi. Berbagai penelitian itu mengungkapkan keistimewaan spirulina. Meski ukurannya superliliput, 1 mm, tetapi faedahnya amat besar. Dan itu dibuktikan melalui serangkaian riset.

Sumber : http://darth007.multiply.com

Review Mediabetea dan Gula Darah Saya

Sudah hampir 3 bulan ini saya mengkonsumsi jamu Mediabetea. secara progres kecenderungan gula darah saya menurun. walaupun di beberapa waktu ada yang fluktuatif namun masih di bawah 200 mg/dl untuk gula sewaktunya.

review-gula-darahchart-gula-sewaktu

Saya sengaja memasang nilai rujukan <140 mg/dl untuk memotivasi saya agar lebih berusaha berada di bawah nilai itu. meskipun nilai rujukan untuk gula sewaktu dipasang di angka < 200 mg/dl. namun harus diingat nilai 141-199 mg/dl adalah kondisi pre diabetes.

Pada 2 bulan pertama penurunannya sangat signifikan bahkan di bawah 140 mg/dl, ini dikarenakan pada 2 bulan tersebut saya selalu makan teratur dan porsi nasi sedikit. ngemil pun hanya sedikit saja. semua makanan dimasak tanpa pake gula pasir/gula merah/kecap. meskipun pas lebaran saya makan tanpa pantanagan namun pulang ke Jakarta saya kembali ke pola semula.Gula pasir hanya pagi hari satu sendok teh sesuai anjuran Pak Darwin kiro.

Memasuki bulan ketiga saya mulai memberanikan diri makan banyak. porsi nasi saya tambah. setiap masak istri saya mulai memakai gula pasir, kecap, gula merah sewajarnya. vetsin tidak sama sekali. kalo sabtu minggu pasti saya minta bikin urap atau karedok atau pecel yang tentu saja memakai gula merah. di kantor saya sering makan gado-gado atau bakso sebagai cemilan. biasanya jam 09.30 pagi atau jam 15.30. Bahkan kalo ada gorengan saja ambil juga meskipun satu atau dua buah saja. Gula sewaktu saya ada beberapa saat yang di atas 140 mg/dl namun tetap masih di bawah 200 mg/dl. Gula darah tinggi pada tanggal 16 November ( 162 mg/dl) dikarenakan saya habis pulang dinas luar dari Banjarmasin. disana saya makan apa aja (kebanyakan makanannya manis-manis) saya juga makan burung Punai goreng, sate kijang. olah raga hanya sekali dan mediabetea  saya bikin pake pemanas di kamar hotel.

Menurut saya fase penyembuhan dari Mediabetea ini terbagi :

1. fase diabetes

2. fase pra diabetes

3. fase sembuh

saya sekarang berada di fase pra diabetes artinya fase diabetes sudah saya lalui ( dimana saya masih minum obat dokter dan gula fluktuasinya masih tinggi). saya makan biasa dalam artian masih batas wajar. gula pasir, gula merah, kecap sudah dipake sewajarnya. mudah-mudahan beberapa bulan lagi saya bisa sembuh dari diabetes.

bagi anda yang sedang menggunakan Mediabetea saya berpendapat :

1. jika sudah stabil gula darah anda dan anda masih diet ketat cobalah perlahan lahan menambah porsi anda. tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan anda. Bapak Darwin Kiro sendiri mengatakan boleh makan apa saja asal wajar/ sedikit tapi sering. sekali makan paling banyak nasi yang saya makan hanya satu porsi (seperti satu porsi nasi padang) itupun hanya siang hari. malam hari saya nasi saya ganti oatmeal. saya lebih banyak makan sayur/lalapan

2. kalo bisa punyalah glucometer ; bagi anda yang mampu membeli glucometer sebaiknya anda memilikinya. manfaatnya sangat banyak meskipun harga beli pertamanya lumayan mahal namun dibandingkan manfaat yg diperoleh  sangat sepadan. saya sendiri memiliki satu. ini berguna untuk mengontrol gula darah anda terutama setelah anda makan sesuatu yang anda pikir dapat  menaikkan gula darah anda. misalnya setelah makan karedok atau gado-gado 2 jam kemudian saya ukur . 2 jam setelah makan bakso  juga diukur. dari situ bisa dilihat pada makanan apa gula darah akan naikdan seberapa tinggi sehingga porsi atau intensitas makannya bisa dikurangi.

3. olah raga ; ini wajib. Bapak Darwwin sendiri mengatakan percuma minum teh Mediabetea kalo orang tersebut tidak mau berolahraga. saya setiap hari entah itu pagi atau malam hari saya pasti olahraga minimal 30 menit. kalo lagi males pagi saya paksa paling tidak 20 menit trus malam hari saya sambung 10-20 menit.

4. banyak makan sayuran ; setiap hari saya makan satu genggam buncis, beberapa potong wortel sebagai sayuran wajib karena fungsi buncis juga sebagai pengontrol gula darah. ditambah sayuran lain sebagai lalapan. sekarang saya menjadi pecinta sayuran..he..he..

5. cobalah digabung dengan suplemen atau vitamin lain sebagai faktor pendukung. sekarang saya gabung dengan minum habbaatussauda  tiap pagi dua kapsul. mudah mudahan satu sama lain saling membantu.

5. meskipun sudah sembuh tetap jaga pola makan dan olah raga. yang sehat saja bisa kena diabetes apalagi yang sudah kena bisa jadi kumat lagi kalo tidak dijaga. makan tanpa pantangan bukan berarti makan sebanyak-banyaknya. namun makan sesuai kebutuhan. jika pada saat terapi mediabetea anda sudah cocok dengan pola anda maka setelah sembuh pertahankan pola tersebut. hidup sehat lebih berharga. saya sendiri sedang mencari pola makan yang sesuai.

Syukur Alhamdulillah berkat rahmat Allah SWT selama hampir 3 bulan ini kondisi saya semakin membaik. berat badan kini naik 2 kg ( pas kena diabetes berat saya turun 10 kg ternyata dari 65 kg ). saya berharap bagi anda-anda yang menderita diabetes tidak ada salahnya anda mencoba pengobatan alternatif/ dengan herbal disamping pengobatan dokter. sebagai muslim saya percaya tidakada penyakit yang tidak ada obatnya.

10 Tanaman Ajaib Penurun Kadar Gula Darah

Anda penderita Diabetes? Jika kadar gula darah Anda bermasalah, tak ada salahnya mencoba 10 bahan berikut yang membantu menurunkan gula darah, meningkatkan sensitifitas insulin, menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol, dan beberapa manfaat lain.

1. Gymnema Sylvestre
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 200 – 250 miligram per hari
Gymnema SylvestreNama Hindi tumbuhan ini berarti ‘penghancur gula’, dan tanaman ini dikatakan memiliki kemampuan untuk menurunkan kemampuan mendeteksi rasa manis. Tanaman ini dianggap sebagai tanaman paling kuat untuk mengendalikan gula darah. Kemungkinan besar, cara kerjanya adalah dengan meningkatkan aktivitas enzim yang membantu sel tubuh untuk menggunakan glukosa atau dengan merangsang produksi insulin. Walaupun belum ada penelitian intensif, tapi belum ditemukan adanya efek samping serius untuk penggunaan tanaman ini.

2. Pare
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 50 – 100 mililiter (3-6 sdm) jus per hari
Pare yang pahit ini dianggap mampu membantu sel menggunakan glukosa secara lebih efektif dan meredam penyerapan gula di dalam usus. Para peneliti di Filipina yang meneliti konsumsi pare kepada pria dan wanita dalam bentuk kapsul selama 3 bulan menemukan adanya penurunan gula darah, walaupun sedikit, tetapi konstan. Permasalahan yang muncul adalah masalah pencernaan, tapi tidak jelas apa.

3. Magnesium
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 250 – 350 miligram per hari
Kekurangan magnesium tidak jarang ditemui sebagai salah satu penyebab diabetes, bahkan gejala ini memperburuk kondisi gula darah dan resistansi insulin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen magnesium dapat memperbaiki fungsi insulin dan menurunkan gula darah. Coba konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi insulin.

4. Prickly Pear Cactus (Daging buah kaktus)

Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: jika dikonsumsi sebagai makanan, 150 gram rebusan kaktus per hari.

Buah matang dari kaktus ini mampu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Bentuk yang bisa ditemui adalah dalam bentuk buah, atau jus, atau bubuk. Para peneliti menemukan bahwa buah ini menurunkan kadar gula darah karena adanya komponen yang mirip dengan insulin. Buah ini juga tinggi kadar seratnya.

5. Gamma-Linolenic Acid (Asam Linoleat Gamma)
Fungsi utama: Mengurangi sakit saraf
Dosis umum: 270 – 540 milligrams sekali per hari
Asam Linoleat Gamma, atau GLA adalah asam lemak yang ditemukan dalam minyak bunga evening primrose. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes adalah orang yang memiliki level GLA rendah dalam darah, dan penelitian menunjukkan bahwa suplemen ini dapat menurunkan, bahkan mencegah sakit di saraf yang muncul akibat diabetes

6. Chromium (Krom)
Fungsi utama: Menurunkan kadar gula
Dosis umum: 200 mikrogram per hari.

Mineral ini dianggap mampu meningkatkan kinerja insulin dan terlibat juga dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Beberapa penelituan menunjukkan bahwa mineral ini membantu menurunkan gula darah, tapi hanya untuk mereka yang memang kekurangan krom.

7. Bilberry
Fungsi utama: Melindungi mata dan syaraf
Dosis umum: 80-120 miligram standar billberry extract per hari.
Saudara blueberry ini memiliki antioksidan kuat dalam buah dan daunnya. Antioksidan yang dinamai antosianidin ini, membantu mencegah kerusakan sel darah kecil yang dapat merusak saraf dan retina mata. Penelitian terhadap hewan menunjukkan adanya penurunan gula darah juga akibat konsumsi buah

8. Alpha-Lipoic Acid (Asam Alpha Lopoic)
Fungsi utama: Mengurangi rasa sakit syaraf, dan menurunkan kadar gula darah
Dosis umum: 600-800 miligram per hari.

Disingkat ALA, bahan yang mirip vitamin ini menetralkan berbagai radikal bebas. Pembentukan radikal bebas adalah salah satu faktor peningkatan gula darah, dapat membuat kerusakan saraf dan berbagai masalah lain. ALA jg mampu membantu sel otot untuk menyerap gula darah. Di salah satu penelitian di Jerman, sekelompok peneliti memerika 40 orang dewasa yang mengkonsumsi ALA dan placebo. Di akhir studi selama 4 minggu, ditemukan bahwa ALA meningkatkan sensitifitas insulin sebanyak 27 persen.

9. Fenugreek
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 5 sampai 30 gram setuap makan, atau 15 sampai 90 gr per hari.
Biji-bijian yang digunakan sebagai bumbu masakan India ini mampu menurunkan tekanan darah, meningkatkan sensitifitas insulin, dan menurunkan kolesterol, menurut beberapa penelitian. Efek ini mungkin timbul karena tingginya kadar serat. Bijinya jg mengandung asam amino yang meningkatkan produksi insulin. Di salah satu penelitian terhadap fenugreek, 60 orang yang mengkonsumsi 25 gr bumbu ini menunjukkan peningkatan yang baik terhadap pengendalian gula darah.

10. Ginseng
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 1-3 gram per hari dalam bentuk kapsul atau tablet, 3-5 mililiter dalam bentuk tincture 3kali sehari.
Dikenal karena kemampuannya yang mendorong sistem kekebalan tubuh, ginseng ini memiliki beberapa hasil positif mengenai diabetes. Para peneliti menemukan bahwa ginseng memperlambat penyerapan karbohidrat, meningkatkan kemampuan sel dalam menyerap glukosa, dan meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas. Ditemukan juga di Toronto dalam suatu penelitian, bahwa ginseng mampu menurunkan kadar gula sampai 15-20 persen.

Tak ada salahnya Anda mencoba suplemen alami tersebut, tapi ada baiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsinya. Jika tidak ada perubahan setelah satu atau dua bulan, hentikan dan jangan buang-bunga lagi uang Anda. Salam sehat! (kpl/wiedy/rit)

Sumber:

KapanLagi.com

http://rumahdiabetes.com


Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika

Commission on Scientific Signs of Qur’an & Sunnah
Adalah lembaga pengkajian aspek Sains & teknologi dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Didirikan pada tahun 1987 di bawah suvervisi Rabithah Alam Islami di Makkah Al-Mukarromah. Penggagasnya adalah seorang ulama asal Yaman, Syekh Abdul Majid Zendani. Beliau adalah seorang ahli farmasi yang sangat menguasasi sains moderen, tafsir dan hadits. Sekarang dipimpin oleh Syekh Dr. Abdullah Al-Mushlih, seorang ulama Saudi Arabia.

***

Majalah Al-I’jaz Al-Ilmi No 30, Jumadil Akhir 1429

Seorang dokter wanita Amerika sampai kepada suatu kebenaran/kepastian yang disebutkan Al-Qur’an Al-Karim dan dijelaskan Rasul Saw lebih dari 14 abad silam. Kebenaran tersebut ialah bahwa di dalam madu lebah terdapat kandungan obat untuk manusia.

Pengobatan terhadap penyakit diabetes merupakan bagian manfaat medis yang luar biasa yang terkandung dalam madu lebah yang sudah menjadi rekomendasi dalam dunia kedokteran Islam. Yang baru dari penemuan tersebut ialah bahwa kalangan ilmuan Amerika merekomendasikan keharusan merujuk (mejadikan referensi) kepada warisan Islam terkait dengan pengobatan melalui madu lebah.

Pada tahun 2002, Catherina Hulbert, seorang warga Negara Amerika mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kakinya luka parah. Saat kecelakaan itu dia sudah menderita penyakit diabetes. Sebab itu, luka yang dideritanya tidak kunjung sembuh kendati sudah mengkonsusmsi berbagai obat dan anti biotic. Kondisi seperti itu dia alami selama delapan bulan.

Setelah melihat kondisi lukanya yang tak kunjung membaik, maka Dr Jennifer Eddy dari fakultas kedokteran Universitas Wisconsin menganjurkan untuk menggunakan madu lebah sebagai obat yang dioleskan di tempat luka. Setelah beberapa bulan melakukan pengabotan dengan madu lebah tersebut luka kaki Catherina Hulbert-pun sembuh total. Kasus tersebut menyebabkan Dr Jennifer Eddy memperoleh dukungan dari Akedemi Amerika Untuk Dokter Keluarga di wilayah Wisconsin untuk meneruskan kajiannya khusus pengobatan melalui madu lebah.

Dr Jennifer juga menjelaskan, sebelumnya dia juga pernah mengobati salah seorang pasien diabetes yang sedang menghadapi fonis amputasi setelah berbagai pengobatan yang dijalankan sang pasien mengalami kegagalan. Dr Jennifer juga menambahkan bahwa terbuktilah sudah di kalangan para ahli medis bahwa mengobati luka akibat diabetes dengan madu lebah memiliki manfaat yang banyak, khususnya bagi para pengidap penyakit diabetes di dunia saat ini jumlah mereka mencapai sekitar 200 juta orang. 15 % dari mereka mengalami sampai ke tingkat “tukak” (membusuk) sebagai akibat dari hilangnya rasa di kaki mereka.

Sedangkan persentase operasi amputasi bagi para penderita diabetes secara internasional diperkitakan terjadi setiap setengah menit satu kali. Adapun biaya operasi amputasi di Amerika saja mencapai USD 11 juta pertahun. Jennifer menambahkan, kasus Catherina Hulbert merupakan contoh nyata bagi para penderita diabetes yang mungkin diselamatkan dari kehilangan anggota tubuh mereka dengan biaya yang sangat ringan.

Seperti yang diketahui bahwa penderita diabetes mengalami penurunan kelancaran darah dalam pembulu darah mereka dan lemahnya tingkat imunitas terhadap berbagai penyakit. Ditambah lagi antibiotic yang diberikan untuk mengobati luka diabetes tidak bermanfaat disebabkan bakteri Staphylococcus Aurous akan membentuk perlawanannya sendiri. Sedangkan madu lebah menciptakan perlawanan terhadap bacteria dengan berbagai cara. Sebab itu dianggap sebagai pengabatan paling efektif bagi penyembuhan luka akibat diabetes.

Dalam madu lebah juga terdapat zat asam yang mudah berinteraksi dan tinkat kelembaban yang rendah sehingga menyebabkan madu lebah tersebut mudah membunuh bacteria. Di tambah lagi adanya enzim yang mengeluarkan acid hydrogen yang berfungsi membersihkan luka sehingga mudah membunh semua bacteria yang ada.

Akhirnya kita tutup dengan ungkapan : Sesungguhnhya pengobatan dengan madu lebah telah menjadi masalah yang sangat menarik perhatian para ilmuan di bidang kesehatan secara mendunia, khususnya pusat-pusat yang memerangi berbagai penyakit dan organisasi-organisasi kesehatan intrnasional di tengah meningkatnya macam-macan bacteria yang mampu melawan obat-obat antibiotic lainnya.

Dr Jennifer juga menekankan keharusan mendahulukan pengobatan dengan madu karena pembusukan (tukak) akibat diabetes bukan perkara mudah. Sungguh benarlah firman Allah dalam Al-Qur’an suat Annah : 68 – 69 :

وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ (68) ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (69)
Dan Tuhan Penciptamu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”.(68) Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS Annahl : 68 – 69)

Selamat mencoba……

Sumber : http://www.eramuslim.com

Sidartawan Soegondo: “Melawan Diabetes dengan Banyak Beraktifitas”

artikel ini diambil dari http://indodiabetes.com

Artikel ini memang sengaja saya publish pada hari ini sebab hari ini adalah hari diabetes dunia, dimana di seluruh dunia dilakukan kegiatan jalan kaki untuk para penderita diabetes. Kegiatan jalan kaki tersebut disponsori oleh World Diabetes Foundation dengan thema Global Diabetes Walk, untuk mengetahui kegiatan memperingati hari diabetes dunia di Indonesia beberapa tahun lalu anda bisa lihat foto-fotonya di Gallery.

Diabetes melitus yang juga biasa disebut dengan penyakit kencing manis kelihatannya seperti penyakit biasa, tapi informasi mutakhir mengatakan penyakit ini juga cukup besar berakibat pada kematian. Bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah menetapkan hari diabetes menjadi salah satu hari yang harus diperingati oleh semua negara anggota sebagai satu penyakit yang berbahaya. Untuk itu bersama kita hadir Prof. Dr. Sidartawan Soegondo, seorang ahli diabetes dan Guru Besar ilmu penyakit dalam bidang endokrinologi pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), serta Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia).

Sidartawan Soegondo mengatakan diabetes melitus bukan hanya menghinggapi orang kaya di kota, tetapi di daerah pun cukup banyak orang hidup dengan diabetes. Kalau tidak ditangani dengan baik dan cepat, diabetes bisa mengakibatkan buta, sakit jantung, dan lain-lain. Guna mencegah terkena diabetes maka harus melakukan pola hidup sehat dan banyak bergerak. Misalnya, jangan ikut-ikut makan fast food karena akan mudah menjadi gemuk sehingga akan mudah kena diabetes. Bertahanlah dengan pola hidup yang banyak makan sayur dan buah, dan banyak bergerak atau banyak melakukan aktifitas fisik, minimal 30 menit berjalan kaki setiap hari.

Berikut wawancara Faisol Riza dengan Sidartawan Soegondo.

Apa sebenarnya yang menjadi penyebab diabetes?

Penyakit diabetes atau kencing manis atau sakit gula sebetulnya bukan satu penyakit. Itu suatu kumpulan penyakit yang mempunyai gejala sama, yaitu gejala kadar glukosa atau gula di dalam darah yang jumlahnya tinggi. Sebenarnya ada empat tipe diabetes, yaitu tipe 1, tipe 2, tipe lain-lain dan tipe kehamilan (gestation). Tipe 1 terutama pada anak-anak dan remaja, seperti dulu sering dikenal insulin dependant diabetes atau diabetes yang tergantung pada insulin dan memang harus suntik insulin seumur hidup. Tipe 2, adult on set. Ini umumnya ada pada orang dewasa, 90% karena keturunan. Tipe 3 yaitu lain-lain, ini karena minum obat atau penyakit lain-lain yang mempunyai gejala gula darah tinggi. Tipe 4 gestasional yaitu seseorang sakit gula hanya bila saat hamil. Setelah melahirkan, dia tidak sakit gula. 90% kasus diabetes yang banyak terjadi adalah pada tipe 2.

Untuk masyarakat Indonesia rasanya penyakit keturunan banyak sekali dan bukan hanya diabetes. Namun untuk diabetes tentu juga ada penyebab lain selain faktor keturunan. Apa saja yang bisa menyebabkan diabetes?

Memang pada diabetes adalah faktor genetik yang diturunkan, tapi faktor pencetusnya adalah lingkungan. Lingkungan itulah yang bisa kita ubah. Karena itu kalau kita mau mencegah diabetes maka ubah lingkungannya. Yang paling penting adalah bagaimana cara supaya kita tidak gemuk. Dulu dikatakan bahwa diabetes tipe 2 menghinggapi orang di atas umur 40 tahun. Namun sekarang banyak juga pada orang lebih muda karena makin banyak orang gemuk di usia lebih muda. Dulu penderita diabetes di Amerika umur 35 tahun, namun sekarang umur 25 tahun bahkan 18 tahun pun sudah ada yang diabetes. Tipe 2 artinya yang tidak tergantung insulin dan merupakan faktor genetik atau keturunan, ini paling banyak dan ditambah pengaruh lingkungan.

Apa maksudnya faktor insulin?

Dalam struktur tubuh, yang mengatur gula darah itu adalah insulin. Ada yang kurang insulin, ada yang insulinnya sama sekali tidak ada. Ada yang mempunyai insulin tapi tidak berfungsi dengan baik. Jadi kalau yang tipe 1 tadi adalah pankreas yang membuat insulin itu rusak, sama sekali tidak punya insulin sehingga harus disuntik. Artinya, harus diberikan insulin dan kebetulan belum ada dalam bentuk tablet sehingga harus disuntik. Tipe 2 genetik, yaitu sebetulnya insulinnya cukup tapi terjadi resistensi insulin karena orang tersebut gemuk. Jadi insulin tidak berfungsi dengan baik.

Kalau seseorang bertubuh kurus tapi mempunyai gula dari faktor keturunan (genetik), apakah dia bisa mengontrol gulanya?

Sebetulnya selama dia balance, maka akan cukup kebutuhan gulanya. Orang gemuk tidak balance karena kebutuhannya lebih tinggi. Jadi untuk mencukupi kebutuhan gula di dalam tubuh kita maka dibutuhkan sekian insulin, tapi karena gemuk maka kebutuhannya lebih tinggi sehingga tidak bisa dipenuhi. Kalau orang kurus, mungkin jumlah insulin pas-pasan saja cukup sehingga tidak keluar diabetesnya. Namun begitu ada pencetusnya katakan ada infeksi berat atau sakit berat maka pada saat itu kebutuhannya meningkat sehingga keluarlah diabetesnya.

Berapa kadar insulin yang seimbang?

Ini penting juga karena diagnosis diabetes hanya bisa dilakukan dengan memeriksa kadar glukosa (gula) di dalam darah dalam dua keadaan, saat puasa yaitu 126mg/dl dan dua jam sesudah makan atau sewaktu makan yaitu 200 mg/dl. Nah jumlah kadar itu berubah beberapa tahun yang lalu menjadi 140 mg/dl. Jadi kalau gula darah sewaktu atau dua jam sesudah makan lebih dari 200 mg/dl maka itu sakit gula.

Apakah jumlah kadar glukosa itu maksimal?

Bukan maksimal, itu diagnosis. Kalau kurang dari jumlah itu dia dikatakan tidak sakit gula.

Berapa batas kadar yang dianggap berbahaya bagi seseorang?

Jadi, ada lagi yang disebut gangguan glukosa puasa yaitu risiko terjadi diabetes. Kalau dia memiliki kadar antara 100 – 126 mg/dl maka tidak normal dan itu berisiko terkena atau suatu saat akan sakit diabetes. Kalau memiliki kadar di bawah 100 mg/dl maka dikatakan normal. Jadi kalau dalam keadaan puasa seseorang memiliki kadar di bawah 120 mg/dl maka dia tidak normal. Walau dia belum sakit gula tapi memiliki risiko menjadi penderita diabetes di kemudian hari.

Bagaimana sebenarnya untuk mengetahui seseorang mengidap penyakit gula?

Sebetulnya sakit diabetes itu bukan penyakit yang menakutkan kalau sejak tahap awal sudah diketahui karena penyakit itu tidak dirasakan sama sekali. Gejala kalau mengidap gula darah tinggi adalah seseorang banyak makan, banyak minum, banyak kencing. Seorang yang tidak napsu makan akan segera ke dokter. Tapi seorang yang napsu makannya baik umumnya tidak ke dokter. Orang yang susah kencing (buang air kecil) maka akan ke dokter, tapi kalau dia kencing lancar maka tidak akan ke dokter. Jadi gejalanya banyak makan, banyak minum, banyak kencing. Itu sebetulnya suatu gejala. Jadi kalau kita makan banyak misalnya dua piring dan merasa enak saja, tidak merasa kenyang, maka mesti hati-hati apalagi disertai banyak kencing. Kalau siang hari, dia pikir karena minum banyak maka masih bisa diterima. Namun kalau malam hari, dia kencing sampai 3 – 4 kali misalnya maka harus hati-hati. Orang umumnya tidak akan ke dokter untuk gejala itu. Orang ke dokter nanti kalau dia sudah lemas, matanya mulai kabur, kakinya mulai kesemutan, luka tidak sembuh-sembuh. Itu kalau sudah lama.

Di Inggris, pemerintahnya melakukan screening ke seluruh penduduk untuk mengetahui penderita diabetes. Pada waktu seseorang diketahui menderita gula, sebanyak 50% diantaranya sudah mempunyai lebih dari satu komplikasi. Bayangkan, kita tidak pernah screening di sini. Jadi orang datang ke dokter, kalau sudah ada gejala komplikasi, bukan gejala gula, seperti luka tidak sembuh-sembuh, kaki sudah mau dipotong, sudah mau cuci darah. Misalnya, dia mual-mual ternyata ginjalnya sudah payah karena sebelumnya tidak merasakannya. Karena itu penyuluhan kami adalah mengimbau agar memeriksa kadar gula setahun sekali, apalagi jika di dalam keluarga kita ada yang mempunyai penyakit gula. Mulailah periksa dari usia 30 tahun. Bila dalam keluarga ada seorang wanita hamil yang melahirkan bayi empat kilogram, maka jangan cepat-cepat senang dan berpikir bahwa itu sehat. Mungkin itu karena ibunya sakit gula. Juga bagi orang gemuk yang memiliki tekanan darah tinggi dan perut buncit besar maka dia termasuk yang berisiko diabetes. Selain itu, berat badan turun tanpa alasan juga harus diperiksakan. Tapi tidak usah semua orang yang lewat diperiksa.

Kemana harus memeriksakannya bagi masyarakat yang ingin lebih mengetahuinya?

Periksa ke laboratorium, minta periksa gula darah. Sekarang bisa juga diperiksa dari ujung jari, pembuluh darah kapiler, walaupun itu bukan golden standard. Juga harus periksa pembuluh darah vena. Tapi paling tidak melakukan screening. Kalau sewaktu kita periksa, tidak pakai puasa, kapan saja, dengan hasil menunjukkan di atas 200 mg/dl maka itu kemungkinan diabetes. Harus diperiksakan sekali lagi dengan pemeriksaan lain yang lebih teliti. Itu pun sering banyak orang tidak tahu. Misalnya, sewaktu saya pergi ke daerah memeriksa masyarakat, mereka banyak yang tidak mengetahui bahwa hanya dengan tusuk ujung jari maka kita bisa mengetahui gula darah tinggi atau tidak. Dalam 12 detik hasilnya keluar. Kalau periksa ke laboratorium tentu diperiksa darah lebih lengkap.

Sewaktu saya pergi ke Ternate, ada seorang ibu dengan bangga menyatakan, “Hah, gula saya tinggi 400, berapa gulamu.” Dia senang memiliki kadar gula 400, dia tidak tahu bahwa itu bahaya. Saya sedih, bagaimana kita menyampaikan kepada ibu itu bahwa dia mempunyai sakit gula. Mereka tidak pernah diajarkan bahwa kalau gula tinggi itu tidak bagus. Dan kalau gula tinggi itu maka seumur hidup tidak ada sembuhnya terutama pada tipe 2.

Apa yang harus dilakukan oleh seseorang yang sudah mempunyai penyakit ini agar kadar gulanya terkontrol dan seimbang?

Tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikendalikan. Seorang yang diabetes bisa dikendalikan kadar gulanya sehingga bisa hidup seperti orang lain. Mengendalikannya adalah mengatur makan, aktivitas fisik. Kita tahu sekarang orang banyak yang tidak melakukan aktivitas fisik. Tidak perlu harus berolah raga berenang dan lainnya, hanya berjalan kaki 30 menit saja sudah disebut aktivitas fisik. Lalu mengendalikan makan dengan mengatur makanan berlemak, manis-manis, makanan yang menggemukkan. Makanan yang berlebihan itu menaikkan berat badan, kalau berat badan naik, gula tidak bisa dikontrol. Kalau input dan output bisa balance maka itu cukup. Tapi kadang-kadang justru itu yang susah. Mengatur makan yang susah.

Apa makanan yang tidak boleh dimakan oleh mereka yang mempunyai penyakit gula?

Pola sekarang sudah terbukti yaitu tidak ada yang tidak boleh dimakan. Seorang yang diabetes boleh makan apa saja. Perbedaannya hanya dalam jumlah yang dimakan. Kalau ada orang mengatakan, “Oh, saya mesti makan kentang tidak boleh makan nasi.” Tidak begitu. Kalau makan empat buah kentang yang besar sama juga dengan dua piring nasi. Yang penting jumlah total kalorinya. Masing-masing orang ada kebutuhan kalori. Kalau orang yang aktif sekali maka kebutuhan kalorinya tinggi. Kalau orang yang bekerja di kantor maka kebutuhan kalorinya rendah. Total kalori yang dibutuhkan untuk masing-masing orang berbeda. Tentu kalau orang yang gemuk kita usahakan untuk mengurangi kalorinya agar berat badan turun. Yang penting total kalorinya dan jadwalnya. Tentu jangan makan sehari cuma dua kali, satu kali atau lima kali. Yang betul makanlah tiga kali, dua kali snack dengan diatur jamnya. Makanlah pada waktunya jangan menunggu lapar dulu. Kalau jam 1 harus makan maka makan. Jangan ditunda, kalau ditunda nanti menjadi lapar sekali sehingga makan dua piring. Sebetulnya aturan itu berlaku bagi semua orang, asal kita bisa menjumlahkan total kalorinya. Walaupun makanan itu ada berbahan gula pasir maka perbedaannya hanya pada jumlah. Kalau sudah makan satu sendok gula pasir, maka kurangi nasinya. Kalau kita mau makan kue, makan saja tapi nasi tidak lagi. Jadi sebenarnya tidak ada makanan yang tidak boleh.

Mengenai harapan hidup orang yang menderita penyakit ini. Biasanya kalau sudah diabetes maka penyakit ini bisa kemana-mana. Apakah kalau sudah dikontrol begitu maka penderita diabetes mempunyai harapan hidup sebagaimana orang pada umumnya?

Dulu sewaktu insulin belum ditemukan memang umurnya pendek. Karena kalau gula darah naik tidak bisa apa-apa. Tapi sekarang setelah begitu banyak ditemukan obat dan teknologi sudah maju dimana menyuntik insulin tidak terasa sakit sehingga harapan hidup lebih panjang. Katakanlah dulu tidak ada cuci darah sekarang ada cuci darah sehingga umurnya bisa panjang. Kalau dulu umur 30 sudah meninggal. Kalau sekarang katakanlah umur 70, 80, 90 tahun pun ada yang masih hidup. Hanya saja yang belum adalah bagaimana kualitas hidupnya? Harapan hidup tentu akan lebih pendek kalau tidak terkendali. Kalau bisa kita kendalikan maka umurnya akan seperti orang lain. Banyak pasien saya yang berumur 80, 90 tahun gula darahnya terkendali dengan baik, tidak ada komplikasi. Cuma, kita tahu bahwa diabetes itu tidak bisa disembuhkan. Kita hanya mencegah terjadinya komplikasi pembuluh darah besar, dan pembuluh darah kecil. Kelihatannya sepele tapi pembuluh darah besar itu di otak, jantung dan kaki. Pembuluh darah di otak tersumbat bisa terkena stroke. Jika pembuluh darah di jantung kita tersumbat, maka bisa terkena penyakit jantung koroner. Jika di kaki tersumbat, kita bisa diamputasi. Pembuluh darah kecil itu ada di mata, jika terkena bisa menyebabkan buta. Jika ginjal terkena maka bisa menyebabkan gagal ginjal. Sistem saraf di kaki terkena maka kita tidak terasa apa-apa, bisa jadi kebal. Hal-hal seperti itu mengubah kualitas hidup.

Rasanya kalau dengan wilayah seluas Indonesia semestinya memiliki fasilitas yang sesuai dengan potensi penderita jumlah diabetes yang banyak dan tenaga medis yang juga memadai. Bagaimana mengenai hal tersebut selama ini?

Dapat saya sampaikan begini, menurut perhitungan badan kesehatan dunia (World Health Organization –WHO) pada tahun 2003, kita berada nomor empat untuk jumlah orang dengan diabetes di dunia. Nomor satu India, kedua China, ketiga Amerika Serikat, keempat Indonesia. Jadi bisa dibayangkan, jumlah diabetisi atau orang dengan diabetes. Waktu itu disebutkan kita ada 8,5 juta orang. Sekarang, jumlahnya mungkin jauh lebih banyak lagi. Dokter di Indonesia ada sekitar 44.000. Dari 44.000 itu ada 1.500 spesialis penyakit dalam. Diantara 1.500 spesialis penyakit dalam ada 40 konsultan endokrin yang menangani diabetes ini. Mereka hanya di 13 kota besar, sedangkan Indonesia memiliki banyak provinsi atau pulau. Di seluruh Pulau Kalimantan tidak ada konsultan endokrin. Di seluruh Sulawesi hanya ada 2 – 3 orang konsultan endoktrin yaitu hanya di Menado dan Makassar. Sedangkan di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Papua, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau tidak ada konsultan endoktrin. Yang ada hanya di Padang, Palembang dan Medan dengan masing-masing wilayah hanya satu. Jadi begitu banyak orang yang mempunyai diabetes, tapi tenaga kesehatannya sedikit. Jadi sekarang kita mengusahakan untuk pergi ke daerah, melatih para dokter umum untuk mengobati diabetes. Yang ironis adalah selama pendidikan dokter, mengenai diabetes hanya diajarkan selama empat jam. Bisa dibayangkan kalau seorang lulusan Fakultas Kedokteran hanya empat jam belajar mengenai diabetes padahal dia harus mengobati suatu penyakit yang kronis, yang jangka panjang. Kalau di suatu daerah tidak ada spesialis penyakit dalam atau tidak ada konsultan diabetes atau endokrin, maka alangkah menyedihkan.

Apa yang harus dilakukan masyarakat di pedalaman seperti itu agar sadar dan tahu bahaya penyakit ini, dan apa yang sekarang dilakukan oleh Persadia untuk menangani kekurangan tenaga medis di daerah-daerah itu?

Kami sekarang pergi ke daerah-daerah, ke tingkat kabupaten menyampaikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat bahwa perubahan gaya hidup akan membawa dampak. Jangan ikut-ikutan orang kota. Harus banyak melakukan aktifitas fisik. Pertahankan pola makan yang sudah baik. Jangan ikut-ikut makan fast food atau makanan seperti orang barat atau kota besar karena akan mudah menjadi gemuk, akan mudah kena penyakit dan kalau sudah kena penyakit yang tidak bisa disembuhkan itu alangkah menyedihkannya. Pemerintah sudah banyak berusaha, tapi kita tahu sendiri bahwa untuk sampai ke daerah-daerah seperti itu obat-obatan masih sangat terbatas. Yang saya tahu Menteri Kesehatan sudah mencari terobosan-terobosan untuk melayani orang dengan diabetes ini karena ujung-ujungnya nanti kalau tidak ditangani dengan cepat bisa mengakibatkan kebutaan, sakit jantung, dan lain-lain. Kita mempromosikan gaya hidup sehat supaya mereka bertahan dengan pola hidup yang banyak bergerak, banyak makan sayur, buah, jangan makan manis, berlemak. Sering kali orang daerah makan banyak nasi, hanya dengan ikan asin dan sambel saja, menu seperti itu berkalori tinggi.

Nah ini juga menyangkut soal struktur sosial ekonomi kita. Orang mengatakan kalau miskin maka akan memiliki banyak penyakit karena memang mereka tidak bisa memenuhi kadar gizi yang memadai. Menyangkut ini saya kira pasti ada hubungannya dengan kualitas hidup seseorang. Bagaimana cara masyarakat yang juga secara ekonomi kurang mampu bisa juga memenuhi kebutuhan gizi yang sehat?

Ya, memang kita lihat ironis. Mereka makan apa adanya, sehingga kadang makan berlebih saat kalau mempunyai uang banyak. Mereka tidak sadar bahwa penyakit diabetes itu bukan hanya penyakit orang kaya. Di daerah pun cukup banyak orang dengan diabetes. Bedanya, kalau orang yang di kota, mereka menyadarinya sehingga kalau mereka gemuk berusaha fitness. Kalau ada makanan yang rendah kolesterol dan sugar free, mereka berusaha memilihnya. Sementara di daerah hal itu tidak ada. Jadi sebelum mereka melakukan itu, lebih baik kita sampaikan pesan hiduplah sehat, banyak bergerak. Dulu di daerah-daerah orang berjalan untuk pergi ke sawah, sekarang naik ojek. Akibatnya, aktifitas fisik berkurang. Mungkin dia masih memacul, tapi jalannya sudah tidak lagi. Kemana-mana motor sudah ada. Kalau orang kota masih senam, jalan pagi, sedangkan mereka yang di daerah merasa sudah cukup dengan kerja. Nah, aktifitas fisik yang berkurang ini nanti membuat mereka lebih gemuk. Kalau sudah gemuk bisa gula. Urusannya jadi panjang. Nah sebelum sampai berakibat itu, pemerintah daerah harus sadar dengan menyediakan fasilitas-fasilitas, seperti fasilitas olah raga, fasilitas yang membuat mereka berjalan atau melakukan suatu kegiatan. Apalagi kini fast food juga semakin banyak, itu membuat mereka jadi gemuk. Susah kalau sudah terlanjur.

Apakah ada contoh yang menggambarkan pola hidup masyarakat di daerah yang baik untuk mengontrol diabetes, misalnya tradisi makan atau gaya hidupnya?

Kita tahu masyarakat Jawa Barat banyak makan sayur. Katanya, kalau ditaruh di lapangan bisa hidup karena semua lalapan, sekarang tidak begitu lagi. Mereka makannya sudah fast food, makanan tradisional sudah jarang. Sementara di daerah tertentu memang makanan tradisionalnya mengandung banyak fat, artinya banyak daging. Makanan daerah yang susah sayur lebih banyak manis dan banyak lemak sehingga kalau mereka tidak melakukan aktifitas fisik makin banyak yang gemuk. Saya membayangkan begini, kalau dulu orang untuk hidup maka makanan harus berburu, tidak berburu tidak makan, sehingga orang tidak ada yang gemuk. Semua ramping, kurus, dan cepat. Kalau tidak dia makan maka dia dimakan. Kemudian berubah sampai orang bercocok tanam. Orang tidak mudah untuk makan kalau dia tidak menanam. Sekarang orang tidak menanam, tidak berburu, orang tukar dengan kertas (duit – Red) untuk makan. Nah pola hidup manusia yang dulu menyebabkan tidak ada sakit gula. Sekarang ada sakit gula karena tanpa usaha sedikit pun, hanya tukar kertas maka ia bisa makan.

Apakah semestinya juga kembali ke periode dimana pemerintah zaman dulu mengatakan mengolahragakan masyarakat, memasyarakatkan olahraga?

Kalau olah raga mungkin harus disediakan fasilitas. Karena itu PBB, WHO, atau pemerintah mengatakannya, “Walk 30 minutes everyday or walk 30 minutes most days in a week.” (berjalanlah selama 30 menit setiap hari – red) Itu realistis, kalau disuruh berolah raga maka dia harus membeli raket atau alat olah raga lainnya. Jadi jalan saja, dimana saja, dengan siapa saja, selama 30 menit.

Sumber : http://www.perspektifbaru.com

http:/www.indodiabetes.com