Diambila dari Sekolah Farmasi ITB http://bahan-alam.fa.itb.ac.id
Judul Penelitian
Kajian Aktivitas Antidiabetes Fraksi Air Herba Kemangi (Ocimum americanum L.) pada Mencit Swiss Webster Jantan
Peneliti
Siti Anfaliah
Andreanus A. S
Irda Fidrianny
Abstrak
Telah diteliti aktivitas antidiabetes fraksi air herba kemangi dengan metode toleransi glukosa dan diabetes aloksan pada mencit Swiss Webster jantan, yang memiliki dua mekanisme berbeda. Dengan metode toleransi glukosa, fraksi air herba kemangi menunjukkan penurunan kadar glukosa darah bermakna (p<0,05) terhadap kontrol pada dosis 250 mg/kg bb mencit sebesar 37,2%, 51,7%, 35,5% dan 27,1% masing-masing pada 60, 90, 120, 150 menit setelah pemberian obat uji. Dengan metode diabetes aloksan, fraksi air herba kemangi 500 mg/kg bb menunjukkan kemampuan penurunan kadar glukosa darah mencit diabetes aloksan bermakna (p<0,05) terhadap kontrol sebesar 39,9%, 42,5%, dan 41,4% pada hari ke-6, 9, dan 12 setelah pemberian berulang obat uji. Fraksi air herba kemangi dosis tinggi (500 mg/kg bb) diduga lebih mampu meregenerasi sel-sel β pankreas yang rusak akibat induksi diabetes oleh aloksan.
Keterangan
Skripsi
Tahun
2007
Tempat Penelitian
Sekolah Farmasi ITB
Uji Farmakologi
Penelitian meliputi penyiapan bahan, ekstraksi dan fraksinasi kandungan flavonoid dari simplisia, uji aktivitas antidiabetes terhadap mencit.
Simplisia diekstraksi secara refluks dengan pelarut air dan dikeringbekukan. Larutan air difraksinasi dengan n-heksana dan etil asetat secara ekstraksi cair-cair. Dilakukan pemilihan fraksi dengan kandungan flavonoid tinggi menggunakan serbuk magnesium, amil alkohol, dan asam klorida:alkohol (1:1).
Metode diabetes aloksan dilakukan terhadap mencit normal, diberi fraksi air herba kemangi 250 dan 500 mg/kg bb sebagai bahan uji dan akarbose 6,5 mg/kg bb sebagai pembanding secara oral. Setelah 30 menit semua mencit diberikan glukosa 3 g/kg bb. Kadar glukosa darah diukur pada 60 menit selama 150 menit setelah pemberian obat selang 30 menit menggunakan alat ukur glukosa darah Smart Scan.
Metode diabetes aloksan terhadap mencit induksi aloksan, diberi fraksi air herba kemangi 250 dan 500 mg/kg bb dan glibenklamid 0,65 mg/kg bb sebagai pembanding diberikan berulang sekali setiap hari selama 12 hari. Kadar glukosa darah diukur tiap 30 menit selama 2 jam setelah pemberian obat dan pada hari ke-1, 3, 6, 9, dan 12 setelah perlakuan menggunakan alat ukur glukosa darah Smart Scan.
Pada kedua metode, parameter yang digunakan adalah kadar glukosa darah dan persen penurunannya. Data diolah secara statistik menggunakan ANOVA dan t-student (p<0,05) dan membandingkan terhadap kelompok kontrol (tanpa obat).
Dengan metode toleransi glukosa, fraksi air herba kemangi menunjukkan penurunan kadar glukosa darah bermakna (p<0,05) terhadap kontrol pada dosis 250 mg/kg bb mencit sebesar 37,2%, 51,7%, 35,5% dan 27,1% serta 41,2%, 43,1%, 26,7% dan 23,7% untuk dosis 500 mg/kg bb masing-masing pada 60, 90, 120, 150 menit setelah pemberian obat uji.
Dengan metode diabetes aloksan, fraksi air herba kemangi 500 mg/kg bb menunjukkan kemampuan penurunan kadar glukosa darah mencit diabetes aloksan bermakna (p<0,05) terhadap kontrol sebesar 39,9%, 42,5%, dan 41,4% pada hari ke-6, 9, dan 12 setelah pemberian berulang obat uji. Fraksi air herba kemangi dosis tinggi (500 mg/kg bb) diduga lebih mampu meregenerasi sel-sel β pankreas yang rusak akibat induksi diabetes oleh aloksan.