Daun Stevia Aman sebagai Pengganti Gula Alami untuk Penderita Diabetes

Daun Stevia Aman sebagai Pengganti Gula Alami untuk Penderita Diabetes

diambi dari : http://www.detik.com/daunstevia

thumbnailSetelah bertahun-tahun lakukan penelitian para ilmuwan menemukan daun stevia terbukti dapat menggantikan gula alami. Tidak mengandung kalori dan tidak menaikkan gula darah. Karenanya baik dikonsumsi penderita diabetes.

Daun stevia merupakan salah satu tanaman asal Amerika Selatan (Paraguay) dan Asia Timur (seperti Jepang, China dan Korea Selatan). Menurut Daily Mail (19/03/2014), daun ini menghasilkan rasa manis antara 250 sampai 300 kali lebih manis dari gula. Jika daun ini ditambahkan ke dalam makanan atau minuman, maka kandungan kalori berkurang drastis.

Truvia merupakan pemanis yang terbuat dari stevia yang diproduksi oleh Silver Spoon. Perusahaan ini juga telah memproduksi gula bubuk, yoghurt dan cokelat dengan menggunakan pemanis dari daun stevia.

Sebenarnya ada beberapa macam pemanis buatan yang rendah kalori sepertiaspartam, sakarin dan sucralose yang terbuat dari asam amino dan beberapa bahan kimia. Karenanya dianjurkan untuk beralih ke daun stevia yang bebas kalori dan bahan aditif buatan.

Gula merupakan salah satu penyebab utama terjadinya obesitas dan epidemi diabetes. Bulan ini WHO (World Health Organization) menyerukan masyarakat untuk mengurangi separuh jumlah gula yang ditambahkan dalam diet mereka.

Kelebihan gula dalam makanan akan disimpan sebagai lemak di sekitar hati yang akan menyebabkan kenaikan berat badan serta perkembangan diabetes tipe 2.

Diekstrak dari daun tanaman stevia, asli Paraguay telah digunakan sebagai pemanis selama 40 tahun di Jepang dan di Amerika Selatan. Daun ini memiliki aftertaste yang manis dan tidak pahit. Untuk itu stevia biasanya digunakan sebagai pengganti gula.

Selain memiliki kemanisan yang cukup tinggi, mencegah diabetes dan obesitas ternyata stevia juga memiliki sifat non karsinogen. Pemanis yang ada dalam stevia (steviosida dan rebaudiosida) tidak dapat difermentasikan oleh bakteri di dalam mulut sehingga tidak menyebabkan gangguan pada gigi termasuk gigi berlubang.

Mengonsumsi minuman manis terbukti secara signifikan dalam meningkatkan risiko terjadinya diabetes. Solusi yang sederhana adalah melatih diri kita untuk mengurangi konsumsi makanan manis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s